post Category: Change — ilhamhimawan @ 10:15 pm — post Comments (3)

Oke, tanggal 31 Januari 2010 akan datang, Komunitas Blogger Flobamora-NTT a.k.a Flobamora Community genap menjalani kisahnya selama 1 tahun. Kalau diibaratkan anak bayi, yah masih belajar merangkak dan berbicara dimasa pertumbuhan ini. Begitu pun kami, masih proses perkembangan. Bedanya komunitas kami, karena merangkum blogger se-Nusa Tenggara Timur, tidak berpusat di satu kota, tapi merangkul setiap blogger di pelosok NTT. Luar biasa yah :D

Mohon maaf sebelumnya, selain hibernasi di blog ini juga terkena pula imbas ke website Flobamora Community. Harap maklum kawan. Saya berharap satu tahun ini, ada perubahan. Saya berharap website Flobamora Communty dapat nuansa bening…ihhh nuansa baru dengan ku-upgrade-nya CMS Joomla kami. Belakangan kami terserang spam baik di comment maupun email. Membasminya membutuhkan waktu yang konsisten, tapi saya tidak memilikinya. Untuk benar-benar merasakan perubahannya, nantikan di acara ultah FC yah :D

Langkah pertama, mari kita migrasi dari Joomla versi 1.0.x ke versi 1.5.x

Saya tidak langsung mengubah website utama Flobamora Community. BAHAYA…kalau salah langkah bisa celaka 12. Saran saya, cuci tanganmu, tarik nafas, gunakan sistem lokal. Utak-atik dulu di localhost, kalau sempurna baru deh database-nya di upload ke website utama

Saya hanya bahas cara migrasinya loh… (more…)

post Category: kompetisi — ilhamhimawan @ 10:33 pm — post Comments (2)

Tulisan ini, diikut sertakan dalam Holcim : Healthy House Challenge Category : Rumah yang Sehat dan Nyaman. Mohon dukungannya yah, dengan ikutan voting atau berkomentar. Terimakasih loh!

Pulang berlibur di masa hari raya tahun sebelumnya, saya merasa kurang nyaman dengan kondisi rumah orangtua saya. Rumah kami adalah peninggalan budaya. Kami masih menempati rumah bernuasa adat Bugis di jaman modern yang letaknya di perkotaan. Kami ingin terus mempertahankan nuansa budaya kami. Rumah kami rumah panggung yang sedikit dimodifikasi. Kalau dahulu, banyak kalangan memanfaatkan ruangan bagian bawah rumah panggung sebagai tempat peristirahatan, kandang, ruangan menenun kain, dsb.

Rumah kami ini mulai disesuaikan dengan modernisasi, namun tidak mengurangi esensi eksotisme budaya. Ruangan bawah kami manfaatkan sebagai ruangan dengan lantai dasar berbahan batu. Namun kendalanya adalah tampak sempit dengan ketinggian plafon sekitar 2.5 meter. Ventilasi yang cukup, belum memberikan kami cukup kenyamanan, ruangan terasa panas sehingga masih diperlukan penggunaan kipas angin serta pencahayaan kurang optimal pada penggunaan lampu SL  dengan fitting tempel di plafon, seperti rumah-rumah pada umumnya.

Apalah gunanya bagi saya, ketika memiliki pengetahuan tentang sesuatu yang baik, jika tidak dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari

Ketika dihadapkan pada kondisi rumah dengan tinggi ruangan terkesan rendah. Penggunaan lampu jenis fitting tempel pada atap akan memberikan kesan ruangan sempit.

Suatu ketika saya berjalan-jalan disebuah pusat perbelanjaan alat rumah tangga. Saya tertarik memanfaatkan jenis lampu langit-langit (ceiling lamp) yang tampak rata dengan atap bangunan. Dimensi yang digunakan melebar sehingga mampu memberikan pencahayan maksimal dengan bentuknya yang bulat dan rata dengan kondisi plafon. Instalasinya pun sangat mudah. Dari segi harga terjangkau dengan dukungan kualitas terbaik dari design yang efisien tempat.

Sejak saya menggunakan Lampu langit-langit (ceiling lamp) tersebut. Rumah kami terkesan tinggi dengan nuansa baru disaat hari raya, penggunaan arus catuan lampu semakin hemat, jenis lampu bisa bertahan lebih lama dan semakin menguatkan kesan eksotis rumah adat, serta semakin membuat kami betah sekeluarga berkumpul diruangan tersebut. Rumah adat kami pun terasa semakin nyaman.

post Category: The Moment — ilhamhimawan @ 4:02 pm — post Comments (4)

post Category: Intermezo — ilhamhimawan @ 11:14 pm — post Comments (0)

Saya telah menontonnya, 10 September 2009 di HBO Signature. FIlm ini diadaptasi dari buku karangan Jon Krakauer yang berjudul sama, dibintangi oleh Emile Hirsch sebagai McCandless . Film ini menceritakan mengenai kisah nyata dari Chris McCandless dibesarkan di Annandale, Virginia. Setelah lulus pada tahun 1990 dari Emory University, McCandless berhenti berkomunikasi dengan keluarganya, menyerahkan tabungannya sekitar $ 25,000 untuk Oxfam dan mulai melakukan perjalanan, kemudian meninggalkan mobilnya dan membakar semua uang di dompet. Christ melakukan perjalanannya demi sebuah kebebasan dari hiruk pikuk keluarga yang tidak harmonis. Christ mengganti namanya dengan Alexander Supertramp untuk menghilangkan jejaknya.


Ia melakukan perjalanan dan bermimpi untuk menuju Alaska. Ia telah merasakan kebebasan itu, dan yakin bahwa inilah sebuah kebagiaan. Chris meninggal di usia 24 tahun diperjalanannya lebih dari 100 hari, disebuah bus rongsok di daerah padang gurun Alaska, akibat kesalahan makan makanan kentang liar yang beracun yang berakibat penyempitan pembuluh vena dan berefek mual serta gangguan pencernaan. Disinilah akhir hidupnya mencari kebahagiaannya sendiri.

Happiness is real when shared

post Category: Intermezo — ilhamhimawan @ 11:19 pm — post Comments (0)

Saya telah menontonnya, 9 September 2009 di HBO. FIlm ini diadaptasi dari buku karangan Khaled Hosseini yang berjudul sama. The Kite Runner bercerita tentang Amir, seorang anak laki-laki dari Wazir Akbar Khan distrik Kabul, yang mengkhianati sahabatnya Hassan (dengan mengizinkannya untuk diperkosa), anak dari ayahnya Hazara pelayan, dan hidup dalam penyesalan. Cerita diatur dengan latar belakang peristiwa menggemparkan, dari jatuhnya monarki di Afghanistan melalui invasi Soviet, eksodus massa pengungsi ke Pakistan dan Amerika Serikat, dan bangkitnya rezim Taliban.

Amir (Amir muda diperankan oleh Zekiria Ebrahimi) adalah anak dari majikan ayah Hassan. Hassan (Hassan muda diperankan oleh Ahmad Khan Mahmoodzada) adalah seorang anak Hazara, dan menjadi pelayan di rumah Amir. Masa kecil mereka diisi dengan bermain laying-layang, Hassan terkenal sebagai pemburu layang-layang terbaik buat Amir. Suatu ketika, saat Amir mengikuti turnamen local didaerahnya. Amir berhasil mendapat pujian ayahnya, dan laying-layang yang dikalahkannya dikejar oleh Hassan, sebagai bentuk penghormatan Hassan kepada Amir. Namun Hassan diperkosa oleh Seorang pemuda bernama Assef, hal ini dipertaruhkannya agar laying-layang tersebut tidak rebut oleh Assef, tapi Amir menyaksikan aksi ini dan bersembunyi, dan berpura-pura tidak mengetahui.


Lima tahun kemudian, Soviet menyerbu Afghanistan. Amir dan ayahnya melarikan diri dan tinggal di Amerika Serikat. Ayah amir menjalani kehidupan jauh lebih sederhana dibandingkan ketika di Afganistan, dan saat setelah lulus kuliah, Amir (Amir dewasa diperankan oleh Khalid Abdalla) menulis sebuah buku, dan menikah dengan wanita keturunan Afganistan. Setelah menikahkan Amir dengan Soraya, Ayahnya pun meninggal karena penyakit.

Rahim Khan adalah sosok ayah bagi Amir, yang mengerti kondisi Amir saat kecil dahulu. Dari Rahim Khan, Amir mendapatkan kisah tentang sahabatnya Hassan di Afganistan. Disinilah Rahim menceritakan bahwa antara Amir dan Hassan adalah saudara tiri, dan Hassan telah meninggal dunia ketika rumah Amir diserbu oleh Taliban, namun menolak untuk pergi dari rumah itu demi menjaga rumah Amir sebagai sebuah penghormatannya.

Hassan hanya meninggalkan seorang anak bernama Sohrab. Inilah lanjutan kisah perjalanan Amir menyelamatkan ponakannya dari kekejaman kawasan Afganistan saat itu.

Film ini membuat saya tercengang dengan setiap adegan dalam film ini, melambungkan bebas khayalan saya dibandingkan ketika membaca dari novelnya, dan saya lebih mudah memahaminya. Wajib Anda tonton.

Untukmu, seribu kali lipat

post Category: Puisi — ilhamhimawan @ 1:58 pm — post Comments (1)

I am weak
But not helpless
I am not complaining about the pain
or the itch

I want to drink tajin [rice water residue]
I never have difficulty breathing
but my physique is not satisfactory
to have a normal and ideal position

I want to cleanse my body
from chemical poison

I want to return to nature’s way
I want to improve my dedication
to Allah

God, I love you

Rendra
31 July 2009

Rendra
31 July 2009

Itulah puisi terakhir yang ditulis oleh seorang seniman terbaik Indonesia yaitu WS. Rendra dalam keadaan sakit 6 hari yang lalu, sebelum meninggal dunia tanggal 6 Agustus 2009 diusia 74 tahun. Almarhum dimakamkan di Bengkel Teater, Depok Jawa Barat hanya berjarak 10 meter dari makam teman terbaiknya yang juga telah meninggal tanggal 4 Agustus 2009 yaitu Mbah Surip, seorang musisi reggae yang terkenal dengan lagunya yang berjudul “Tak Gendong”. Dihari yang sama dengan meninggalnya Mbah Surip, di Sulawesi Selatan juga telah meninggal seorang tokoh politik Sulawesi Selatan, seorang pendiri Partai golkar pertama di Sul-Sel yaitu Yasin Limpo ayah dari Gubernur Sul-Sel, Syahrul Yasin Limpo yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Panaikang, Makassar.

Dalam satu minggu, mereka lebih dahulu menghadap ke Rahmatullah. Semua ini hanya rahasia Allah SWT.

Selamat jalan wahai putra bangsa…

post Category: Change — ilhamhimawan @ 11:44 pm — post Comments (2)

Cuaca cukup cerah dipagi hari, ketika Aku berada di Kota Waingapu, Sumba Timur-NTT melaksanakan sebuah tugas. Sesaat saya melewati koridor kantor, terlintas di tayangan televisi sebuah berita pengeboman yang lagi-lagi terjadi. Dalam sehari, waktu tidak terlampau jauh, aksi bom bunuh diri terjadi di-dua lokasi yaitu JW Marriot Hotel & Ritz Carlton, Kawasan Mega Kuningan-Jakarta. Kedua kalinya terjadi di JW Marriot hotel pada  5 Agustus 2003, 12.45 WIB lalu.

Beberapa jam setelah kejadian tersebut. Situs jejaring sosial twitter digunakan sebagai media untuk mengumandangkan gerakan “Indonesia Unite” , yaitu gerakan kampanye komunitas netter dengan menyampaikan pesan bahwa Bangsa Indonesia tidak takut akan serangan bom. Dengan slogan yang dipublikasikan di twitter seperti ini “KAMI TIDAK TAKUT. We Are Not Affraid. Fight against terrorism!”

Indonesia Unite menjadi trending topics dalam situs tersebut. Aksi ini bertujuan untuk meluruskan persepsi  bahwa bangsa Indonesia bukanlah sarang teroris,  menentang segala bentuk teroris di Dunia, serta mengecam bentuk aksi teror yang berdasarkan ajaran agama tertentu.

Mereka yang ikut tergabung dalam Indonesia Unite ini memberikan apresiasinya dengan memasang avatar atau foto profil dengan berlatar atau berlogo merah putih. Bahkan memperbarui  status mereka dengan diberi hashtag #Indonesiaunite yang menyebar di twitter, plurk,  facebook, bahkan blog ini. Update status mereka pun bervariasi, dengan berusaha meyakinkan dunia bahwa Indonesia aman, Indonesia memiliki beragam khas kuliner yang wajib dicicipi, bahkan tempat wisata yang memukau, dan lain sebagainnya.

Let’s unite!. Semoga gerakan ini, tidak hanya sekadar luapan kekesalan akan aksi pengeboman, tapi benar dari rasa nasionalisme untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia.

post Category: Viva Flores, kompetisi — ilhamhimawan @ 10:13 pm — post Comments (0)

“NTT on Blog” adalah kompetisi penulisan di blog dengan konten tentang Nusa Tenggara Timur, yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger NTT a.k.a Flobamora Community. Konten yang dimaksud berupa tulisan/esay tentang NTT dengan tema :

  1. Budaya/adat istiadat di NTT
  2. Tempat wisata di NTT
  3. Keindahan alam di  NTT
  4. Pendidikan dan kesehatan di NTT
  5. Problematika pembangunan di NTT & solusi permasalahan tersebut

Ketentuan Lomba

  1. Warga Negara Indonesia, dan memiliki blog.
  2. Satu peserta, mengikutkan hanya satu blog.
  3. Peserta dilarang mengirimkan email ke Panitia Lomba dengan maksud tertentu.
  4. Tulisan boleh dilengkapi dengan foto sebagai pelengkap, namun tidak menjadi bagian penilaian. Kualitas foto tidak diperhatikan. Peserta wajib mencantumkan asal usul gambar/hak cipta.
  5. Panjang tulisan tidak dibatasi, isi tulisan menggunakan Bahasa Indonesia.
  6. Tidak diperkenankan tulisan yang mengandung unsur Politik, SARA, Pornografi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
  7. Memasang badge “Kompetisi NTT on Blog” di blog masing-masing. Salinlah kode ini kemudian tempatkanlah pada blog Anda, selama masa kompetisi.

Kode Badge :

<center><a href=”http://flobamora.org/content/view/46/1/” target=”_blank”><img src=”http://i715.photobucket.com/albums/ww151/bloggerflobamora/KompetisiFlobamoraVers2.jpg” border=”0″ alt=”Banner Banner” width=”160″ height=”160″ /></a></center>

(more…)

post Category: Viva Flores — ilhamhimawan @ 9:03 pm — post Comments (0)

The New7Wonder Foundation yang menaungi kampanye New7Wonder yang memiliki tujuan untuk melakukan konservasi dan dokumentasi terhadap karya monumen di seluruh dunia dengan semboyan “Our Heritage Is Our Future”. Tanggal 9 Juli 2009 kemarin, telah mengumumkan 77 kandidat keajaiban dunia terbaru yang merupakan hasil polling sebagai dukungan rekan-rekan.

Keajaiban Alam yang terdapat di Bumi NTT yaitu Taman Nasional Pulau Komodo menjadi bagian 77 kandidat keajaiban dunia yang baru. Adapun 77 kandidat telah dipilih dari 440 kandidat lokasi. diantaranya,

Komodo National Park menjadi 77 kandidat, yang akan disaring kembali menjadi 28 kandidat finalis New7Wonders of Nature yang akan diumumkan tanggal 21 Juli 2009 di Kantor Pusat yang bertempat di Swiss, dan setelah itu akan di voting kembali untuk dipilih menjadi 7 Keajaiban Dunia yang baru.

Akankah Komodo National Park menjadi bagian yang terbaik? Kita berharap seperti itu, karena akan membanggakan bangsa Indonesia di mata dunia, bahwa kita memiliki alam yang menabjukkan dan kelak bisa menjadi tambahan devisa bagi Negara sebagai hasil wisata di daerah ini, terutama bagi kemajuan NTT. Asal jangan sampai keindahan yang ada, malah ter-exploitasi ke tujuan profit semata.

Artikel ini juga di muat disini :D

post Category: Viva Flores — ilhamhimawan @ 10:30 am — post Comments (0)

“Wah, parah Pak. Semalam saya gak bisa tidur, gara-gara Sentigi itu” kata seorang Bapak, ketika siang hari di dalam mobil.

“Lah, kok bisa?. Ada apa Pak?” balas saya dengan rasa penasaran.

“Sentigi itu ada penunggunya, & teman saya juga mengalami hal yg sama loh”. Tampak wajahnya ketakutan.

Awalnya saya tidaklah mudah percaya pembicaraan ini. Beliau mendapatkan Sentigi tersebut setelah menelusuri rawa disekitaran pantai. Namun saya coba menanyakan beberapa rekan penduduk asli di Maumere, NTT. Konon tanaman Sentigi ini memiliki kekuatan gaib. Pulau Pamana, yang berada di gugusan pulau di Flores sebelah utara dan termasuk dalam kawasan Kabupaten Sikka merupakan daerah Sentigi tumbuh subur di atas karang dan pasir. Menurut penduduk yang berprofesi sebagai pelaut yang ada di Sikka, menganggap tanaman ini mampu mengusir hantu laut maupun roh jahat lainnya yang ada di laut. Sehingga tidak heran jika tanaman keras ini, senantiasa di bawa para pelaut saat melaut, sebagai Palu Sentigi.

Ketika hantu laut datang, kita hanya berteriak palu sentigi…palu sentigi…palu sentigi…palu sentigi. Setan itu pun pasti hilang” cerita para pelaut di Pulau Pemana.

Selain sebagai Palu pengusir setan, Sentigi juga diincar oleh kalangan atas sebagai “penjaga rumah” berupa tongkat, manik – manik maupun arca dan hiasan lainnya yang mampu menarik minat kolektor. Konon lagi, Sentigi merupakan bahan utama pembuatan tongkat milik Presiden RI Pertama yaitu Ir. Soekarno, ketika di asingkan ke Ende, Flores-NTT.

Sentigi ini sejenis tanaman bonsai, yg nama ilmiahnya Phempis Acidula. Sama seperti jenis bonsai lainnya, Sentigi memiliki sifat batang yang keras & berumur panjang. Yang membedakannya, Sentigi memiliki harga jual tinggi. Di Kabupaten Sikka, Sentigi tumbuh di lingkungan kering, seperti di batu karang, dan pasir tanah yang tersengat matahari.

Sumber foto : http://bonsaibakalan.wordpress.com

Di Flores, terutama di Maumere, Kabupaten Sikka. Tanaman ini termasuk tanaman yang dilindungi dan dilarang untuk diambil. Karena tanaman ini tumbuh di pesisir pantai yang sangat berguna untuk mengurangi abrasi yaitu proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Masih ingat kejadian Gempa bumi disusul Tsunami tahun 1992 di Maumere, karena daerah Flores merupakan daerah gugusan lempeng bumi yang berpotensi terjadinya Gempa Tektonik.

Walau abrasi bisa disebabkan oleh kejadian alami, namun peran masyarakatlah yang bisa mengendalikan keseimbangan alam ini, dengan menjaga tumbuhnya tanaman seperti Sentigi ini di pesisir pantai.

Wajar saja, masyarakat mengembangkan cerita bahwa Sentigi ada penunggunya, ini hanyalah sugesti negatif, agar masyarakat tidak dengan mudah mengexploitasi kekayaan alam dengan tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan semata. Biarlah tumbuh alami disekitar pantai, untuk keseimbangan alam kita, agar tidak terjadi bencana dikemudian hari.