post Category: Intermezo — ilhamhimawan @ 10:45 am — post Comments (1)

Saya duduk disisi kapal menuju Kota Lewoleba, Lembata NTT, iya disisi yang tidak terkena cahaya matahari langsung. Duduk disalah satu badan kapal yang memang biasa digunakan penumpang ketika kursi yang disediakan sudah penuh. Tepat disamping nahkoda, sambil menselonjorkan kaki dan bermodalkan majalah saku terbitan bulan lalu.

Dia hanya bermodal sekeranjang cemilan yang mungkin tidak kau temukan di Circle K atau Seven Eleven…biskuit gabin dan sekelasnya, botol air mineral buatan lokal, dan beberapa bungkus manisan katanya. Lebih mirip buah anggur berwarna ungu, tapi bisa jadi cemilan masa kecil saya yg saya petik dipohon tetangga, orang Makassar menyebutnya “coppeng” tdk tahu apa bahasa ilmiahnya.

Dia seorang anak berumur kisaran 8 tahun. Hari ini hari sekolah, dia tidak seperti anak sekolahan. Entah putus sekolah karena biaya, masalah lazim di negara ini. Saya mulai menebak-nebak sosoknya. Dia anak yang baik. Rambutnya yang rapih setelah sisiran dengan bantuan minyak kelapa hasil mandi pagi di sungai tadi.

Yang aku renungkan kala ini, banyak anak-anak yg berada dalam keberuntungan masih mampu bersekolah. Dibiayai dari penghasilan orang tua, disekolahkan di institusi ternama. Apakah masih pantas seseorang anak sekolahan mengeluh hanya karena tidak diberikan kesempatan oleh orangtua walau hanya untuk mengisi weekend dengan menonton di bioskop atau sekadar kongkow-kongkow di cafe…yang kesemuanya lebih mirip budaya borju.

Cukup atau tidaknya biaya kehidupan itu, dari cara kita menyikapi tentang hidup dengan bijak. Tulisan ini, dari sebuah keluhan hati saya ketika SMS itu berdatangan…kau mungkin belum bisa mengerti maksud saya.

dari Kapal Kayu Sinar Lembata III di Selat Solor

- Publish from hamBerry, powered by Telkom Indonesia -

post Category: Intermezo — ilhamhimawan @ 3:50 pm — post Comments (0)

Bea & Cukai on blog adalah kompetisi menulis untuk blogger Indonesia hasil kerja sama Komunitas Blogger Flobamora - NTT a.k.a Flobamora Community dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea & Cukai Maumere, Flores - NTT.

Tema kompetisi :

Sejauh mana kamu paham peran Bea & Cukai terkait pembangunan Nasional dan perlindungan masyarakat

Waktu Kompetisi :

1 Juli 2010 s.d. 17 Agustus 2010

Untuk informasi selanjutnya silahkan KLIK DI SINI

post Category: Intermezo — ilhamhimawan @ 2:42 pm — post Comments (0)

Mhmm begini, sya posting ini dgn bantuan WPMobile 1.3 baru pertama kali…disekitar saya ada Mr. Ring-ring & Mr. Bossy…dua bagian yg cukup menganggu…entah saya berada diketinggian berapa saat ini…dan ternyata tulisan ini tak mutu

- Publish from hamBerry, powered by Telkom Indonesia -

post Category: Blog31hari, Intermezo, The Moment — ilhamhimawan @ 8:27 pm — post Comments (2)

Tertulisalah kisah ini, jauh sebelum anganku melayang…berpindah…mimpi

Saya mau bercerita banyak dengan semua masalah kepindahan. Sejak kemarin saya akhirnya menemukan jawaban “angan-angan” yang bertahun-tahun menggelayuti jalan pikiran saya. Bukan sekadar mimpi, hanya saja sebuah angan. Angan-angan yang memang tidak saya harapkan tapi seandainya terjadi, saya telah memiliki banyak perencanaan. Yah, sebelum semua terjadi saya sudah memikirkan solusinya.

Ass Wr Wb…Congrat ya Ham, jadikan amanah perusahaan ini sbg tantangan utk bekerja dan berkarya lebih baik lagi…Wass

*seketika tersenyum* Inilah sms pertama yang saya terima dari atasan Saya sebagai pemberitahuan bahwa awal Juni ini ada hal menyenangkan bagi saya.

Alhamdulillah saya diberi kepercayaan, amanah, dan tantangan untuk bekerja di tempat yang baru, di Ende. Kota tempat Presiden Pertama RI Soekarno diasingkan Belanda selama 4 tahun. Disini pula Soekarno merumuskan dasar-dasar Negara Indonesia yang dikenal dengan Pancasila, yang juga telah dirayakan tepat tanggal 1 Juni 2010 kemarin.

Artikel terkait :

Moving Day

post Category: Blog31hari, Intermezo, The Moment — ilhamhimawan @ 10:23 am — post Comments (1)

Selamat Hari Susu Sedunia…Negara kita mendapat predikat peng-konsumsi Susu paling rendah

Selamat Hari Pancasila…Saya berada di Ende hari ini, nuansa Pancasila terasa ketika memandang tugu Pancasila di Simpang Lima Kota Ende.

Selamat Hari Bahagia Bagi Saya…akan ada postingan mengenai “moving day part 2” yang akan bercerita tentang kepindahan Saya ke Kota Ende dari Kota Maumere. Saya mendapatkan tugas baru, jabatan baru, dan pengalaman baru.

Saya anggap setiap masalah ataupun kebahagiaan yang Saya terima adalah bagian dari cobaan.

Mari kita memulai semangat baru di awal bulan Juni…dan cerita seru lainnya tentang kehidupan.

post Category: Blog31hari, Change, Viva Flores — ilhamhimawan @ 8:51 pm — post Comments (3)

Bukan karena harganya, tapi nilainya…itulah Buku bagi saya. Impian sejak lama bisa membangun perpustakaan pribadi dan mengajak orang-orang terdekat untuk bergabung menimba ilmu dari membaca. Saya bahagia ketika orang tersebut dengan senangnya menceritakan kembali pengalaman yang diperiolehnya dari buku. Seakan saya telah turut berbagi ilmu juga.

Impian membangun Perpustakaan itu belum kesampaian tapi jangan kecewa. Beberapa hari lalu saya blog walking, emang sejak dulu saya sering mangkal rumah Mbak Nila Tanzil. Selebriti yang pertama kali saya kenal melalui program jalan-jalan di TV Swasta berlabel Melancong Yuk!!!

Nah, Mbak Nila Tanzil sedang menggiatkan pengumpulan buku bacaan anak-anak untuk Rainbow Reading Gardens (Taman Bacaan Pelangi) yang ada di ujung Barat Flores, tepatnya di sekitaran Labuan Bajo, NTT.

Gambar dari http://nilatanzil.blogspot.com

Menurut Mbak Nila Tanzil:

Ide Taman Bacaan Keliling “Pelangi” ini terbentuk dari keprihatinan terhadap anak-anak yang tinggal di desa-desa pelosok di Flores Barat. Akses terhadap buku bacaan sangat kurang. Tentunya hal ini akan mempengaruhi kecintaan mereka terhadap buku. Oleh sebab itulah timbul keinginan untuk membuat Taman Bacaan Keliling “Pelangi” ini. Tujuannya sangat sederhana, yaitu untuk menumbuhkan minat baca pada anak-anak di desa-desa di Flores Barat.

Wow…ide yang sangat bagus, saya pun sangat senang dengan kegiatan yang berusaha membangun NTT dari kesan ‘keterbelakangan’.Bagaimana caranya membantu?Silahkan kumpulkan buku-buku bacaan yang mengundang minat anak-anak untuk membaca.

  • Jika berada di luar Flores, Silahkan dikirimkan ke Jl. Taman Rawapening I No. 23, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, 10210 atau menghubungi nilatanzil@yahoo.com Nah buku-buku yang terkumpul akan dikirimkan langsung ke Labuan Bajo, Flores NTT.
  • Jika ingin menyumbang dalam bentuk dana. Silahkan transfer ke

BCA KCP Bendungan Hilir, Jakarta

No. Rek : 301-136 4681

Atas Nama : Nila Lestari Tanzil

Atau

BNI Kantor Capem Labuan Bajo, Flores Barat

No. Rek : 0180-300-450

Atas Nama : Nila Lestari Tanzil

Jika sudah mentransfer dana, kirim sms ke nomor hp Nila Tanzil di 081510099013.

Telah didirikan 6 Taman Bacaan Pelangi di 6 kampung di Manggarai Barat, Flores, yaitu di Kampung Melo, Kampung Roe, Desa Nampar Macing, Kampung Komodo, Kampung Melo dan Kampung Papagarang”. (3 di daerah pegunungan, 3 di “laut” yaitu di perkampungan nelayan yg terletak di pulau-pulau Taman Nasional Komodo.

Untuk informasi lebih lengkap silahkan membaca blog Mbak Nila Tanzil atau bergabung dalam group facebook Taman Bacaan Keliling “Pelangi”. Ditunggu pastisipasinya untuk kegiatan mulia ini :D

post Category: Blog31hari, Intermezo — ilhamhimawan @ 8:11 am — post Comments (2)

Hei…pagi-pagi bahas kue. Lapar tau!!! Membayangkannya mungkin sedikit mengenyangkan, bukan di perut tapi di otak :p

Kalau saya bercerita mengenai kue atau masakan, berarti rasanya membuat saya tergila-gila, laiknya brownies, Sanggara Balanda *in Bugis* a.k.a Pisang Belanda, nah ini salah satunya Klapper Tart penganan khas Manado.

Boleh nitip gak? Ketika saya menjalani cuti Makassar, Tolong titip Klape…Tart, yah? Apa, titip?

Hey, titip itu berarti minta tolong dibelikan sesuatu dengan memodali saya uangnya terlebih dahulu. Itu pun terserah saya mau apa nggak, kan?  ::: Kata-kata Trinity dalam bukunya The Naked Travelled, judul tulisan Jutawan yang Menyamar Jadi Backpacker :::

Yah…jangan dimaksukkan dalam hati tulisan Trinity ini. Saya membaca bagian ini semalam menjelang tidur. *damai*

Kita lanjutkan…Saya bingung, belum pernah mendengar kue ini sebelumnya. Clue-nya makanan khas Sulawesi. Sulawesi kan luas…Clue kedua mengandung kelapa. Datanglah saya dari toko kue yang satu dan lainnya, akhirnya ketemu. Saya tak pernah komentar dengan bentuknya tak ada unsur kelapanya mungkin dibagian dalamnya. Rasanya apalagi, belum sempat terekam dimemori.

Gambar dari koleksi pribadi

Tidak lama setelah saya sampaikan pesanan ini kepada ybs. Di Sabtu pagi, saya menonton program Televisi, Melancong Yuk!!! Acara wajib di weekend yang host-nya pernah ada Nila Tanzil juga. Edisi melancong mereka ke Sulawesi Utara. Saya baru tahu wujud asli kue ini. Begh…kue yang kemarin saya bawa beda sekali tampilannya, tapi kok pedagangnya ngaku itu Klapper Tart namanya. Yah namanya juga membeli bukan di kota asal makanan itu, sudah terjadi modifikasi macam-macam.Kue itu dijual dalam wadah piring kaca. Nama piringnya apa yah? Yang tahan panas di microwave, dan dingin di Kulkas.

Jadwal berakhirnya Cuti saya dan berangkat lagi menuju Maumere, beberapa tahun setelah kejadian diatas. Bersamaan ketemu di Bandara Sultan Hasanuddin, Kakak Perempuan saya dari kegiatan dinas di Manado. Sudah ditelepon sebelumnya, ada oleh-oleh yang wajib saya nikmati dulu sebelum berangkat….Teretttttt Klapper Tart dari Manado. Wuih nikmatnya, enak…enak banget. Ada kismis, chery, keju, tampak efek pembakaran bagian atasnya. Potong deh bagian tengahnya, tampak basah dengan tumpukan krim susu dan bertaburan potongan kelapa muda yang masih segar didalamnya, serasa mengeruk Kelapa Muda beneran…Jadi nikmatilah makanan khas Indonesia ini yang merupakan paduan cita rasa Barat. Belum ketemu rasanya dalam khayalan? Bayangkan tar susu di tambah pudding kelapa muda. Di Bandung bisa nikmati di Den Haag, jalan Riau (Ir. R.E. Marthadinata) dekat deretan FO (Factory Outlet). Wah promosi lagi, harusnya saya dapat royalti sekotak Klappert Tart yah *berharap*

Saran saya, makanlah Klappert tart pada tempatnya *sampah kali :D*

Itadakimasu, Ne !!!!

post Category: Blog31hari, Intermezo — ilhamhimawan @ 9:52 pm — post Comments (2)

My Passion the series sebenarnya mau kuceritakan lagi, apa daya otak sedang tidak ingin mengulang memori yang terlewatkan. Mungkin saja karena letih kerja walau hari ini adalah weekend, berjalan 2 km hari ini, mengemudi 3 jam lebih dari Kota Ende ke Maumere. Tidak makan nasi dari pagi, hanya bermodal donat, roti keju, susu, dan madu. Sedang tidak bergairah singgah di warung persinggahan di jalan. Ban mobil yang sudah aus. Hampir dihadang preman pemabuk. Ditagih pungli dengan embel-embel merapikan jalan dari pohon tumbang, tapi kok mobilnya berlogo PLN yah.

Gambar dari http://www.e-poland.org

Mengemudi dengan gaya kostum ala pemusik ska atau lebih tepatnya mirip personilnya SID, hanya kurang tattoo. *informasi ini pentingkah???*

Lihat senyum manis di atas bibir bergincu
Kerdip mata merayu jelas coba mengganggu
Tawa renyah terpasang bukan tanpa tujuan
Satu korban terjerat itulah harapan

—–musiknya dipercepat—-

A a a… entah sampai kapa..a..an
Kau mampu bertahan, hindari kenyataan
Entah sampai kapa..a..an
Kau mampu bertaha..a..an
Mungkinkah terpikir, lepas belenggu hitam

*~ Genit - Tipe - X ~*

Letih itu sedikit terobati dengan pencapaian saya, berani mengemudi di lintasan kota ini walau ketakutan akan longsoran batu membayangi, ditambah lembah jurang. Sepanjang jalan masih dengan Kings of Convinience. Pantai…Koka…Pantai Paga yang kulihat dari puncak pendakian jalan tampak airnya surut, tapi sangat indah. Masih menjadi mimpi mau kesana, sore ini waktunya tidak tepat.

Tibalah saya di Maumere, tepat ketika adzan Maghrib berkumandang. Tapi sayang suara adzan Maghrib di Maumere tidak menggema laiknya di Ende. Tidak juga terdengar dari radio lokal.

Astaga…hasil dari berjalan kurang lebih 3 Km setiap hari selama 3 minggu, berat badanku menyusut…(woot)

Masih tersisa sehari liburan, tenis agenda paling pagi…tidur siang…nonton…mencuci pakaian…dengar musik…makan enak. Kerjakan laporan tidak kumasukkan dalam agenda ini, walaupun tetap akan kukerjakan. Biarlah berlalu dengan sendirinya.

Happy weekend yah, kita ketemu lagi di Ende hari Senin loh  :D

post Category: Blog31hari, Change, The Moment — ilhamhimawan @ 10:07 pm — post Comments (3)

Berawal dari sebuah cerbung (cerita bersambung) misteri dua lembar yang saya tempel di pagi hari ketika teman-teman sekolah SMP belum datang. Sudah lupa judulnya. Saya membuat cerbung karena belajar mengetik di computer pertama kali. Bermodalkan dua lembar cerbung tanpa file cadangan yang tersimpan di flashdisk (waktu itu belum ada FD), itupun numpang di tempat pengetikan komputer. Dengan bangga kupajang di papan informasi yang ku anggap mulai tidak terawat dan infonya tidak update.

Gambar dari www.johnelmer.com

Sejak pagi hingga siang banyak yang tertarik membacanya, sambil sesekali kuintip dari depan kelasku. Saya tidak membubuhkan siapa pemilik karya itu, namanya juga cerita misteri, lebih misteri lagi pengarangnya. :p (more…)

post Category: Blog31hari, Change, The Moment, Viva Flores — ilhamhimawan @ 11:02 pm — post Comments (1)

Mhmm…Alhamdulillah angka penderita buta huruf mulai berkurang (data lebih lengkap tunggu hasil sensus penduduk 2010) dengan banyaknya komunitas dan organisasi yang perhatian dengan kegiatan membaca. Makassar menggalakkan Gerakan Makassar Gemar Membaca. Setiap hari dijalanan luar kota Ende selalu saja melintas mobil dengan alat pengeras suara dan berwarna ciamik. Mobil Perpustakaan Keliling. Ada Nila Tanzil yang membangun Rainbow Reading Gardens (Taman Bacaan Pelangi) dengan proyek pertama di Labuan Bajo dan kampung sekitar Taman Nasional Komodo. Dan berbagai cara lain orang mengajak untuk ‘melek huruf’.

Foto Pribadi, baca bareng saudari

Membaca bukanlah sebuah paksaan. Masa sebelum jenjang sekolah, Saya cemburu melihat saudara membaca tumpukan kertas dan buku yang membuatnya tertawa sendiri. Saya memulai sekolah tidak dari jenjang TK, tapi langsung SD. Tidak lain karena beban biaya sekolah. Setahun sebelum saya sekolah SD, saya minta dibelikan sebuah buku tulis, meminta bapak mencarikan papan tripleks sebagai papan tulis, meminta kakak membawa pulang potongan kapur yang berwarna-warni sisa dari sekolah dan meminjam pensilnya. Saya meminta bantuan kakak dan Ibu meluangkan waktu mengajari tanganku ‘menari’ laiknya indahnya menulis, dan membacakan saya cerita seru dari tumpukan cerita yang terlampir di buku-buku pelajaran. (more…)