post Category: Change — ilhamhimawan @ 3:35 pm — post

Cerita ini mungkin biasa, tapi yang menjalani hidup itu bukan orang biasa, dan Orang yang biasa tersebut mengganggap ini luar biasa…

Lelaki culun itu, lahirnya disebuah kota yang dulunya bernama Ujung Pandang, dia tinggalnya disebuah rumah adat…rumah panggung…demi tradisi budaya.

Tapi sekarang rumahnya itu sudah menjadi trade center, sekarang namanya Panakukkang Square…tanah tempat tinggalnya sudah menjadi pusaran manusia mencari hiburan dan kesenangan.

Lelaki culun ini, dulunya malas bergaul, yah istilah kerennya bersosialisasi, sore hari di depan rumahnya banyak anak-anak yang mengisi hidupnya dengan bermain, tapi tidak pernah ia beranjak dari loteng rumah tersebut untuk bergabung, katanya “Malas ah”…yang ada dalam pikirannya hanyalah impian di masa depan, berusaha menjadi lebih baik dari ayahnya, terus lelaki culun itu mau menjadi apa? padahal ia tidak sadar, bahwa usianya saat itu, belum saatnya memikirkan masa depan.

Lelaki culun itu, bukannya tidak mau bergaul, tapi dia hanya bergaul kepada mereka yang memberikan value added…biar gak sia-sia hidupnya.

Lelaki culun ini, memiliki banyak obsesi, entahlah jadi apa nantinya, kadang berpikir jadi seorang dokter, seorang pilot, ah…biasalah obsesi lelaki dibawah umur…kaca kehidupannya hanya itu-itu saja.

Lelaki culun itu, tubuhnya pendek, sisiran rambutnya ke samping, dengan efek berminyak, cemilannya kalau sore hari, hanyalah sebungkus roti seharga Rp. 50, dia disekolah jarang jajan, entah karena uang sekolahnya sedikit hanya Rp. 100 ataukah selalu ingat pesan mom, gak boleh jajan sembarangan.

Lelaki culun itu, dulu bacaannya majalah Bobo yang slogannya teman bermain dan belajar, kalau sudah pulang sekolah jam dua siang dia pasti dah tidur siang, bangunnya sore jam 4, abis itu mandi berangkat ngaji, pulangnya malam, abis itu lanjut belajar, kerjakan PR, tidurnya jam 10 an…sebelum tidur sering di temani Mom nya, untuk diceritakan nasehat, petuah, dll, dalam menjalani hidup.

Lelaki culun ini, terlalu introvert, pendiam, dan belum tertarik dengan lawan jenisnya, dia ingat pesan Mom nya, “Jangan berpacaran dulu, klo belum punya uang hasil jerih payah sendiri”.

Istilah anak gaulnya Makassar…Lelaki culun itu sebenarnya Burenk (egois, dan gaulnya hanya dengan buku a.k.a kutubuku)

Ada apa dengan si Culun setelah 20 tahun setelah kelahirannya


Lelaki culun itu, Awalnya tinggal di sebuah kota yang bernama Makassar dulunya bernama Ujung Pandang, dia tinggalnya disebuah rumah adat yang bagian bawahnya berupa batu…rumah adat terkena imbas modernisasi…demi tradisi budaya…Tapi sekarang dia tinggalnya di Flores untuk sementara demi mencari nafkah dan menjalani cita-citanya, sedangkan Orangtuanya dan saudara-saudaranya masih bermukim di kota itu. Tapi sekarang rumahnya itu sudah berpindah lokasi di kawasan pemukiman…tanah tempat tinggalnya yang dulu sudah dijual ke developer dan dibangun sebuah trade center sebagai pusaran manusia mencari hiburan dan kesenangan.

Lelaki culun ini, dah punya banyak teman, mudah bergaul, yah istilah kerennya bersosialisasi, sore hari dia belum ada dirumah, klo belum pulang kantor, pasti sedang keliling kota, menjelajahi trade center, untuk alasan bergaul di paling cepat beranjak dari loteng rumahnya untuk bergabumg, katanya “Refreshing yuk”…yang ada dalam pikirannya hanyalah berusaha bersantai menjalani hidup, Ia sudah bisa dikatakan menjadi lebih baik dari ayahnya, terus lelaki culun itu menjadi apa sekarang? padahal ia tidak sadar, bahwa usianya saat itu, belum saatnya bersenang-senang coz jalan hidup masih panjang.

Lelaki culun itu, sudah mau bergaul, dengan siapa saja, Karena di berpikir “Selama saya baik dengan orang lain, orang tersebut akan baik pula”…sehingga tidak sia-sia hidupnya.

Lelaki culun ini, masih memiliki banyak obsesi, entahlah jadi apa nantinya, walau ia sudah bekerja didunia IT & Telekomunikasi, tidak seperti obsesinya dulu, dan mendapatkan biaya hidup sendiri…kadang masih berpikir tentang siapa istrinya nanti, hal indah apa yang dapat Ia dapat berikan buat Orangtua dan saudaranya, rumah seperti apa yang nantinya ingin Ia miliki, liburan kemana bulan depan, ah…biasalah obsesi lelaki beranjak dewasa…kaca kehidupannya beraneka ragam.

Lelaki culun itu, tubuhnya sudah tinggi, rambutnya jabrik, dengan efek basah, cemilannya klo sore hari, sepotong kue atau keripik singkong, dia sering jajan, entah karena ingin mencoba hal baru ataukah selalu ingat pesan mom, jangan lupa makan banyak biar badan gak kurusan.

Lelaki culun itu, sekarang bacaannya majalah “MensHealth” yang slogannya pria aktif modern, kalau sudah pulang kerja jam 5 sore, abis maghrib keluar rumah lagi cari makan terus lanjut nge-Net di kantor, pulangnya malam jam 10-an , abis itu nonton, kerjakan tugas kuliahan klo ada, tidurnya jam 12 an…sebelum tidur sering di temani buku bacaannya, entah itu novel, majalah, bahkan buku motivasi dalam menjalani hidup.

Lelaki culun ini, tidak lagi introvert sering curhat ke teman, pendiam dengan orang baru, dan mulai tertarik dengan lawan jenisnya, dia ingat pesan Mom nya, “Carilah pendamping hidupmu, klo sudah punya uang hasil jerih payah sendiri”…(hueheueh ini bukan pesan Mom yang asli loh, Cuma rekayasa).

Istilah anak gaulnya Makassar…Lelaki culun itu sebenarnya Burenksek (gaulnya tidak hanya dengan buku).

Ternyata hidup itu terlihat berjalan, jika kita berusaha berubah, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT menghendaki , jika kita ingin berusaha, setiap hidup punya arti, tidak ada kata putus asa, berjuang, berjalan, hidup indah bro, jika kita mampu berpikir.

Lelaki culun dalam cerita diatas, kini mulai dewasa, dan yakinlah dia sudah tahu baik dan buruk kehidupan, dan Lelaki culun itu adalah Aku…

1 person has left a comment

#1

pria culun itu, kemarin ikutan kopdar pertama kali hihihihi…
kok tampangnya mirip temanku yah?? *mikir keras*

Rara’s last blog post..Maryamah Karpov: Sekali ini Roman Picisan?

Rara wrote on March 19, 2007 - 10:30 am
You can leave a response, or trackback from your own site.

Write Your Comment

Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). All line breaks and paragraphs will be generated automatically.

You should have a name, right? 
Your email address, I promised I won't tell it to anyone. 
If you have a web site or blog, you can type the URL right here. 
This is where you type your comments. 
Remember my information for the next time I visit.
 
CommentLuv Enabled