[movie] Long Road to Heaven

Disela-sela kesibukan saya baru kemarin sempat menonton film “Long Road To Heaven” yang menceritakan tragedy Bom Bali 12 Oktober 2002. Walaupun film ini telah rilis sejak 25 Januari 2007…lama sekali baru saya bisa menontonnya…ingat, saya di Maumere, tidak ada bioskop…maklumlah…Saya sangat tertarik dengan jalan cerita film ini sejak melihat behind the scene-nya di Metro TV, saya berangan-angan “Seperti inikah perencanaan pengeboman itu”.
Film ini menceritakan tentang sebagian orang yang mencari kedamaian dan mencari jalan tercepat menuju surga, Sebagian orang yang saya maksud ini adalah mereka pelaku pengeboman tersebut. Pengeboman ini direncanakan untuk balas dendam oleh Anggota Al-Qaedah – Hambali (Surya Saputra) di Thailand bersama anggotanya Muklas, Dr. Azahari, Zulkifli Marzuki, dkk, awalnya mereka bersiteru mengenai lokasi pengeboman, yang awalnya di Singapura, dan kemudian ditetapkan di Bali berdasarkan rekomendasi Muklas.
Sedangkan di Bali, Imam Samudra, bersama Amrozi dan Ali Imron, sedang membuat persiapan pengeboman dengan target lokasi Konsulat Amerika di Denpasar, Paddy’s Pub dan Sari Club di Kuta, karena lokasi Sari Club ini hanya orang asing yang diijinkan masuk dan setting lokasi ini diambil di Lapangan terbang Curug dibuat hampir mirip dengan lokasi Jalan Legian.
Film ini juga menceritakan sudut pandang seorang Hannah Catrelle (Mirah Foulkes) warga Amerika yang tinggal di Bali pada saat Bom meledak, Tahukah alasan dia melancong ke Bali?, Ada sisi pribadi yang diceritakannya bahwa Suaminya meninggal pada saat Serangan 11 September 2001 di World Trade Center (WTC) USA, Dia mengatakan bahwa Suaminya sangat cinta Bali, katanya inlah tempat paling indah dan damai di seluruh dunia, yang dianggapnya surga, begitulah percakapannya bersama Haji Ismail (Joshua Pandelaki) yang dikenalnya di tengah-tengah kekacauan proses evakuasi korban…Haji Ismail juga memberikan sebuah persepsi kepada Hannah, bahwa persepsi tentang Islam oleh pelaku pengeboman itu salah, Dia berkata seperti ini .
Orang-orang yang melalkukan ini semua, mereka tidak mengerti Islam, tentang betapa agungnya agama ini, yang mereka lihat hanya hal-hal yang kecil, mereka tidak dapat melepaskan diri dari masa lalu, mereka tak bisa lihat di luar rasa sakit yang mereka deritamereka pikir dengan melakukan ini, mereka akan mendapatkan jalan pintas ke surgatidak ada jalan pintas ke surga, jalan ke surga adalah jalan yang sangat panjang”….
Disisi lain Liz Thompson (Raelee Hill) wartawan Australia yang dating ke Bali setelah kejadian pengeboman ditemani dengan seorang supir taksi asli Bali yaitu Wayan Diya yang diperankan oleh Alex Komang, yang kehilangan salah satu anggota keluarganya di tragedy tersebut, dengan berkenalan dengan Wayan, Si Liz menemukan pemahaman baru mengenai dilosofi orang Bali.
Tokoh fil ini diperankan oleh :
- Raelee Hill – Liz Thompson
- Mirrah Foulkes – Hannah Catrelle
- Alex Komang – Wayan Diya
- Surya Saputra – Hambali
- John O’Hare – Tim Dawson
- Sarah Treleaven – Julie Dawson
- Joshua Pandelaki – Hajj Ismail
Dan yang bertanggung jawab dalam proses penggarapan film ini…
- Director – Enison Sinaro
- Writer – Wong Wai Leng
- Writer – Andy Logam-Tan
- Executive Producer – Larry Y. Higgs
- Producer – Nia Dinata
- Producer – Constantin Papadimitriou
- Co-Producer – Wilza Lubis
- Co-Producer – Dewi Umaya Rachman
- Co-Producer – Ninin Omar Faisal
- Art Director – Iri Supit
- Director of Photography – Ical Tanjung
- Sound Recorder – Suhadi
- Sound Supervisor – Satrio Budiono
- Co-Editors – Sastha Sunu and Cesa D. Luckmansyah
- Music – Thoersi Argeswara
- Line Producer – Wilza Lubis
- Post Producer – Dewi Umaya Rachman
- Post Producer – Elza Hidayat
Saat blogwalking, Para blogger juga banyak yang mengkritik film ini, mulai proses pembuatan, sampai tidak kuatnya karakter para pemain, tapi saya sendiri menganggap ini adalah karya hebat anak bangsa.














