04 February 2008 ~ 0 Comments

Go tennis, stay healthy, & make a change

Seperti itulah misiku sekarang, mengurangi kekhawatirkanku layaknya tahun sebelumnya. Saya mencoba komitmen mencoba bermain tenis, agar aku mendapatkan jiwa baruku. Saya dalam bermain tenis, tidaklah begitu hebat, tapi bisalah berkembang. Telah memegang raket tidak begitu lama, laiknya pemain professional yang telah mengenalnya sejak masa kecil. Berlatihpun tidak rutin, saya hanya mengikuti arus, dilatih oleh seorang pelatih yang saya kenal dari rekan kantor.

Waktu tahun pertama saya disini, sering ikut bermain di Lapangan Bandar Udara Waioti-Maumere dengan kondisi lapangan tampak lusuh, rumput liar yang dibiarkan tumbuh, dan jarring yang sebagai tiang banyak yang lubang. Seiring waktu, kadang saya mulai mencoba berpindah di lapangan kantor PU, dilapangan Kompleks Litbang, di lapangan BRI. Seiring dengan waktu saya banyak mengenal orang baru, tapi dalam bermain masih saja belum bisa diandalkan, butuh waktu lama karena olahraga ini tidaklah mudah. Olahraga ini menguji kecepatan pengambilan keputusan, sigap, dan membutuhkan banyak energy. Awalnya semua disertai emosi, kadang kecewa.

Tahun kedua saya berjalan sendiri, mulai pergi sendiri bermain di Lapangan DJP, disana banyak yang seusia saya, mereka rekan Kantor Pajak, tapi saya masih segan begitu mengajak mereka bermain, mereka kadang sibuk, atau di hari libur mereka butuh beristirahat, tetap tidak rutin, tapi saya terus coba.

Tahun ketiga, semangat itu tidak juga pudar, jika ada event kantor yang harus saya ikuti di luar kota, atau pulang cuti, saya biasa menyempatkan membawa kelengkapan bermain, dan berkumpul bermain di Denpasar dengan teman-teman saya, dan sayapun juga bertambah banyak kenalan. Pernah rekan kantor saya ngomong seperti ini “Ke Denpasar maen, tapi kalau di Maumere tidak kelihatan dilapangan”. Saya membalas hanya dengan senyuman saja. Sempat vakum, tapi akhirnya saya memutuskan bermain lagi. Saya ingat kalau kenalan saya yang juga Ketua IKAS (Ikatan Keluarga Sulawesi) Maumere adalah pelatih tenis, kenapa tidak saya meminta beliau mengajarkan saya. Namanya Pak Anwar, berprofesi sebagai Anggota TNI. Beliau sering berolahraga dilapangan tenis Manunggal KODIM. Tanpa rasa sungkan, saya mendekati beliau, meminta bantuan untuk dilatih, karena saya yakin suatu saat bisa hebat bermain. Saya mengusulkan kegiatan ini, sebagai kegiatan olahraga rutin kantor saya, ternyata mendapat respon positif dari Managerku, selanjutnya saya menanti mereka di Lapangan.

Saya lagi-lagi bertambah kenalan, dan mereka sangat mensupport. Beberapa minggu kemudian, saya memutuskan untuk membeli raket tenis yang pertamaku, karena inilah salah satu motivasi saya agar tidak vakum lagi. Sebelumnya masih sering menggunakan raket kantor, tapi tidak nyaman…sering risih karena musti saling berganti pakai.

Tahun 2008, harapan saya berjalan seiring motivasi, semangat dan telah memiliki media penyaluran stress, maklumlah kota kecil ini kurang hiburan. Semoga bermain saya semakin baik, kesehatan saya terjaga, dan mensupport misi saya untuk berubah lebih baik dari tahun sebelumnya. Thanks Ya Allah!

 

Leave a Reply

CommentLuv badge
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes