Sentigi ada “penunggunya”
“Wah, parah Pak. Semalam saya gak bisa tidur, gara-gara Sentigi itu” kata seorang Bapak, ketika siang hari di dalam mobil.
“Lah, kok bisa?. Ada apa Pak?” balas saya dengan rasa penasaran.
“Sentigi itu ada penunggunya, & teman saya juga mengalami hal yg sama loh”. Tampak wajahnya ketakutan.
Awalnya saya tidaklah mudah percaya pembicaraan ini. Beliau mendapatkan Sentigi tersebut setelah menelusuri rawa disekitaran pantai. Namun saya coba menanyakan beberapa rekan penduduk asli di Maumere, NTT. Konon tanaman Sentigi ini memiliki kekuatan gaib. Pulau Pamana, yang berada di gugusan pulau di Flores sebelah utara dan termasuk dalam kawasan Kabupaten Sikka merupakan daerah Sentigi tumbuh subur di atas karang dan pasir. Menurut penduduk yang berprofesi sebagai pelaut yang ada di Sikka, menganggap tanaman ini mampu mengusir hantu laut maupun roh jahat lainnya yang ada di laut. Sehingga tidak heran jika tanaman keras ini, senantiasa di bawa para pelaut saat melaut, sebagai Palu Sentigi.
Ketika hantu laut datang, kita hanya berteriak palu sentigi…palu sentigi…palu sentigi…palu sentigi. Setan itu pun pasti hilang” cerita para pelaut di Pulau Pemana.

Selain sebagai Palu pengusir setan, Sentigi juga diincar oleh kalangan atas sebagai “penjaga rumah” berupa tongkat, manik – manik maupun arca dan hiasan lainnya yang mampu menarik minat kolektor. Konon lagi, Sentigi merupakan bahan utama pembuatan tongkat milik Presiden RI Pertama yaitu Ir. Soekarno, ketika di asingkan ke Ende, Flores-NTT.
Sentigi ini sejenis tanaman bonsai, yg nama ilmiahnya Phempis Acidula. Sama seperti jenis bonsai lainnya, Sentigi memiliki sifat batang yang keras & berumur panjang. Yang membedakannya, Sentigi memiliki harga jual tinggi. Di Kabupaten Sikka, Sentigi tumbuh di lingkungan kering, seperti di batu karang, dan pasir tanah yang tersengat matahari.

Sumber foto : http://bonsaibakalan.wordpress.com
Di Flores, terutama di Maumere, Kabupaten Sikka. Tanaman ini termasuk tanaman yang dilindungi dan dilarang untuk diambil. Karena tanaman ini tumbuh di pesisir pantai yang sangat berguna untuk mengurangi abrasi yaitu proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Masih ingat kejadian Gempa bumi disusul Tsunami tahun 1992 di Maumere, karena daerah Flores merupakan daerah gugusan lempeng bumi yang berpotensi terjadinya Gempa Tektonik.
Walau abrasi bisa disebabkan oleh kejadian alami, namun peran masyarakatlah yang bisa mengendalikan keseimbangan alam ini, dengan menjaga tumbuhnya tanaman seperti Sentigi ini di pesisir pantai.
Wajar saja, masyarakat mengembangkan cerita bahwa Sentigi ada penunggunya, ini hanyalah sugesti negatif, agar masyarakat tidak dengan mudah mengexploitasi kekayaan alam dengan tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan semata. Biarlah tumbuh alami disekitar pantai, untuk keseimbangan alam kita, agar tidak terjadi bencana dikemudian hari.














