Tulisan ini, diikut sertakan dalam Holcim : Healthy House Challenge Category : Rumah yang Sehat dan Nyaman. Mohon dukungannya yah, dengan ikutan voting atau berkomentar. Terimakasih loh!
Pulang berlibur di masa hari raya tahun sebelumnya, saya merasa kurang nyaman dengan kondisi rumah orangtua saya. Rumah kami adalah peninggalan budaya. Kami masih menempati rumah bernuasa adat Bugis di jaman modern yang letaknya di perkotaan. Kami ingin terus mempertahankan nuansa budaya kami. Rumah kami rumah panggung yang sedikit dimodifikasi. Kalau dahulu, banyak kalangan memanfaatkan ruangan bagian bawah rumah panggung sebagai tempat peristirahatan, kandang, ruangan menenun kain, dsb.
Rumah kami ini mulai disesuaikan dengan modernisasi, namun tidak mengurangi esensi eksotisme budaya. Ruangan bawah kami manfaatkan sebagai ruangan dengan lantai dasar berbahan batu. Namun kendalanya adalah tampak sempit dengan ketinggian plafon sekitar 2.5 meter. Ventilasi yang cukup, belum memberikan kami cukup kenyamanan, ruangan terasa panas sehingga masih diperlukan penggunaan kipas angin serta pencahayaan kurang optimal pada penggunaan lampu SL dengan fitting tempel di plafon, seperti rumah-rumah pada umumnya.
Apalah gunanya bagi saya, ketika memiliki pengetahuan tentang sesuatu yang baik, jika tidak dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari
Ketika dihadapkan pada kondisi rumah dengan tinggi ruangan terkesan rendah. Penggunaan lampu jenis fitting tempel pada atap akan memberikan kesan ruangan sempit.
Suatu ketika saya berjalan-jalan disebuah pusat perbelanjaan alat rumah tangga. Saya tertarik memanfaatkan jenis lampu langit-langit (ceiling lamp) yang tampak rata dengan atap bangunan. Dimensi yang digunakan melebar sehingga mampu memberikan pencahayan maksimal dengan bentuknya yang bulat dan rata dengan kondisi plafon. Instalasinya pun sangat mudah. Dari segi harga terjangkau dengan dukungan kualitas terbaik dari design yang efisien tempat.
Sejak saya menggunakan Lampu langit-langit (ceiling lamp) tersebut. Rumah kami terkesan tinggi dengan nuansa baru disaat hari raya, penggunaan arus catuan lampu semakin hemat, jenis lampu bisa bertahan lebih lama dan semakin menguatkan kesan eksotis rumah adat, serta semakin membuat kami betah sekeluarga berkumpul diruangan tersebut. Rumah adat kami pun terasa semakin nyaman.
December 11, 2009








Horaayy..there are 3 comment(s) for me so far ;)
Setiap rumah punya cerita. Rumah adat kek, rumah modern kek, masing2 punya cerita bagi pemiliknya… and about decoration… setiap rumah bisa jadi beda kesannya dengan aksen yang kita lekatkan pada titik2 tertentu di rumah
Yang sempit jadi terkesan lega/luas… yang berantakan jadi terkesan rapih… batasan2 yang tak lagi menggunakan sekat/tirai melainkan cat…
Ya begitulah
tuteh´s last blog ..Mutually Beneficial Relationship 
fotonya mana
amri´s last blog ..The story about every woman 
yah, tak sempat difoto…rumahnya di Makassar, diriku di Maumere