Sambungan dari postingan Ikutan ‘berbagi’ ala Radio Gomezone Ende [part 1]
Inilah cerita hari-H-nya. Siang setelah kami mengantar telur itu, tibalah di lokasi GZ. Teman-teman banyak yang sudah berkumpul, kami pun mengangkut barang sumbangan yang berupa beberapa karung beras, pakaian bekas, buku bekas, mie instan, dll. Berkali-kali Tuteh selalu memperingatkan saya untuk tidak mengangkut apapun ke mobil box. Yang namanya partisipan yah…ikutanlah mengangkut beras, walaupun Tuteh tetap tidak setuju…Tuteh alasannya apa?
Tepat jam 2 saya pulang dulu ganti kostum, sekalian maksi…oh yah dress code-nya merah, gaun merah atau kaos merah yah?. Terpilihlah kaos merah yang tidak biasanya saya bawa ketika Perjalanan dinas, Kaos merah bertuliskan “Speak loud, blog now” kaos hadiah British Council Blog Competition.
Kami pun berkumpul di Studio 2 GZ ketika jam menunjukkan pukul 16.00 WITA. Hadirlah teman-teman broadcaster-nya sekalian member FC ada Tuteh, Shinta, Milano, Etchon, Oscar, Pedro, dll dan pendengar setia GZ ber-kostum merah menyilaukan di sore hari. Saya pun memutuskan menjadi bagian dokumentasi saja…

Tujuan pertama kami adalah Panti Asuhan Anak “Naungan Kasih” St. Elizabeth Jl. Eltari, Ende. Kemudian menuju ke Panti Asuhan/Pondok Pesantren Wali Songo di Kaki Gunung Meja, Ende.
Kami menempuh hanya 5 menit menuju lokasi PA “Naungan Kasih” dari Jl. Sudirman 28 Ende (Studio GZ), tidak sulit dijangkau.

Kami disambut sesosok bocah perempuan, wajah tanpa senyuman, berkepang dua walau rambutnya ikal, pakaian tampak lusuh, hanya bisa diam menatap kami sambil sesekali dia menggigit jari-jemarinya. Pedro, teman kami. Sangat terharu ketika berpapasan dengan anak ini, bahkan sempat mengabadikan foto bersamanya. Dialah salah seorang anak yatim-piatu penghuni Panti Asuhan Naungan Kasih.


Bangunannya tampak begitu tua, dengan pajangan foto yang mulai pudar termakan waktu, lantai gedung tidak bening, deretan kursi rotan menyambut kami. Dipersilahkanlah kami duduk bersama Seorang Suster yang sudah tua. Saya hanya menatap mereka melalui lensa kamera ini, tapi Tuteh tahu betul mimik Suster ini. Tuteh sempat berkata “Orang dulu, ekspresinya susah ditebak, beliau memancarkan senyuman yang sederhana dan matanya berkaca-kaca”. Lebih terasa lagi ketika kami serempak, mempersembahkan sebuah lagu dari d’Massive - Jangan Menyerah yang dinyanyikan bersama dan ruangan tersebut menjadi begitu tenang. Kami hanya bisa saling menatap, saling berpegangan tangan, saling merangkul. Bahwa anak-anak yang belum beruntung ini tidaklah sendirian. Ada kami yang akan menemani.
*~ Syukuri apa yang ada…hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik…~*

Dan banyak diantara kami yang berlinang air mata…Tuteh, Shinta, dan yang sempat terekam di kamera ini.


Inilah tempat ‘berbagi’ kami yang pertama, Silahkan baca postingan lanjutannya yah :
- Ikutan ‘berbagi’ ala Radio Gomezone Ende [part 3]
February 20, 2010








Horaayy..there are 4 comment(s) for me so far ;)
Huhuhuhu terharu, itu pasti!
tuteh´s last blog ..Berbagi Kasih Bersama Gomezone FM - 2010 
Mana tulisan part.3-nya? Hmmm.. semoga bisul-nya cepet sembuh ya
Memang betul, orang dulu itu susah ditebak ekspresi mereka… tapi jelas matanya berkaca2 terus… mo nangis, Suster malu kali yah di hadapan kita hehehe
tuteh´s last blog ..Berbagi Kasih Bersama Gomezone FM - 2010 
Oia… hehehe alasan nggak ngijinin ngangkut barang2 ke mobil box adalah karena dirimu kan tamu
ehekek… *alesan dibuat2*
tamu dari negeri Jiran?