berbagi ala Radio Gomezone Ende [part 3]
Sambungan dari postingan Ikutan ‘berbagi’ ala Radio Gomezone Ende [part 2]
*eh…ada tawaran tumpangan gratis menuju Maumere. Saya menyebutnya ini tiba-tiba. Waktu yang dibutuhkan menempuh jarak dari Ende – Maumere kurang lebih 4 jam. Tumpangan kali ini ekslusif dan nyaman full music…Postingan ini sempat terhambat hingga tanggal ini & saya terserang bakteri Staphylococcus aureus yang menghadiahkan saya bisul cantik. Cantik posisinya, disela-sela lubang sandal saya, jadi masih bisa beralaskan kaki. Tapi yang namanya bisul, betapa sialnya saya. Mari baca cerita lanjutannya…*
Jam tangan saya sudah menunjukkan pukul 17.00 lebih, kami pun meninggalkan Panti Asuhan Naungan Kasih dan menuju ke Panti Asuhan & juga Pondok Pesantren Wali Songo yang berlokasi di kaki Gunung Meja, Ende.
Jalan berbatu, tidak rata, berpasir, tanpa aspal, berdebu. Itulah rute penjalanan kami menuju PA/Ponpes Wali Songo.

Ketika memasuki jalur halaman, melintas dihadapan mobil yang kami tumpangi, seorang perempuan berjilbab & bercadar biru tua yang tampak lusuh sambil membawa gerobak berisi batu memasuki halaman tanpa beralaskan kaki. Saya dan Tuteh tiba-tiba tidak bisa berkata apa-apa seketika itu, padahal sepanjang perjalanan kami bercengkerama tentang daerah tersebut. Panti Asuhan sekaligus Pondok Pesantren ini dibangun di atas tanah hasil kerukan setengah bagian bukit, dengan swadaya, mereka membangun Pondok Pesantren tersebut, bahkan karena sulitnya akses ke lokasi membuat mobil-mobil tangki yang berisi air bersih enggan ‘menyapa’ lokasi ini. Lokasi ini mendapatkan air dari membeli air dari mobil tangki air bersih. Sekarang sumber air masih ada yang jauh…
Setiba kami disana, Tuteh langsung menuju bagian bangunan yang digunakan sebagai ruangan administrasi yang ‘apa adanya’. Kami disambut oleh seorang bapak tua yang duduk diatas kursi roda. Kami menyebutnya Abah. Satu persatu kami bersalaman.

Tuteh pun menjelaskan maksud kedatangan kami. Sempat terharu beliau, matanya berkaca-kaca. Kami pun tidak bisa menahan kesedihan bersama beliau. Tuteh bercerita ke Abah maksud kedatangan kami. Seketika itu beliau tidak bisa berkata-kata, suaranya parau tanda kesedihannya. “Abah tidak tahu apa yang bisa Abah balas dari semua kebaikan ini”.
“Abah, ini semua bukan hanya dari kami, ini semua berkat kerja banyak orang, Jangan pernah berpikir tentang balasan apa pun” Tuteh membalas pembicaraan Abah
Lagi-lagi Abah berkata “Apa yang bisa Abah lakukan untuk berterimakasih?”.
“Doakan kita semua, Abah. Agar tali silaturahmi kita tidak putus sampai disini…” balas Tuteh.
Mengalihkan kesedihan ini, kami pun beramai-ramai mengangkut barang bawaan, mengeluarkannya dari mobil box.

Setelah mengeluarkan barang bantuan dari mobil, kami pun berkumpul bersama santriwati bersama Abah.


Santriwati di belakang Abah adalah Anak yatim-piatu dan kurang mampu yang dititipkan di PonPes ini. Mereka berasal dari Kabupaten di NTT, mulai dari Labuan Bajo hingga Lembata. Abah bercerita, mereka awalnya datang hanya bermodal satu kantong kresek sebagai tas mereka.
Untuk mengurai rasa kesedihan ini, lagi-lagi kami berkumpul dan menyanyikan lagu yang sama ketika di lokasi pertama tadi, yaitu lagu d’Massive – Jangan Menyerah




Menjelang Sholat Maghrib, kami meninggalkan PonPes/Panti Asuhan Wali Songo dengan perasaan bahagia telah melaksanakan kegiatan ini. Berbagi bersama.
Disini kami berbeda agama & keyakinan. Disana kalian berbeda pendapat tentang makna kasih sayang. Mempermasalahkan perayaan hari kasih sayang itu, yang jatuhnya tahun ini tepat Hari Raya Imlek atau Tahun Baru Tionghoa. Bagi saya & sebagian dari kami beranggapan, setiap hari adalah hari kasih sayang, saat dimana kita bisa berbagi, tiada hari batasan bagi kami untuk berbagi. Semoga kegiatan ini bisa “menular” kepada siapa saja, bahwa berbagi tidak melihat siapa kita, status kita, budaya kita. Lihatlah betapa indahnya keakraban kami. Kita bisa hidup berdampingan dengan damai. Semuanya ada di NTT
![]()
Usai sholat maghrib, kembali kami berkumpul di Studio GZ malam itu. Kali ini Jln. Sudirman Ende mendapat pemadaman bergilir. Wow…semakin eksotis temaram lampu jalan waktu itu. Bertebaranlah teman yang ada fotonya diatas itu berbagi coklat & kartu ucapan. Jalan di lokasi itupun semakin padat.
Dentakan musik yang membuat kami berbaur dalam ruangan bersama, menyanyikan lagu bersama, berjoget bersama, tertawa terbahak-bahak, bermain games ‘Sarung estafet’. Oh yah sekadar informasi semua kegiatan tadi kami lakukan bersama. Bolehlah saya menyebutnya ini sebagai pesta malam minggu. Kami bergaul laiknya pemuda-pemudi masa kini bergejolak muda, namun kami masih ingat adat & norma kehidupan bahwa kami bergaul tanpa Narkoba & Miras. Kami hanya bermodal es buah yang melimpah, & bergelas-gelas air mineral.
****
Sms Tuteh tiba bertubi-tubi lagi menyerang inbox smsku. Tapi sms yang membuat saya cekikikan sendiri adalah -14 Februari 2010; 15:51:54 WITA- “To all, ntar mlm jam & kl bsa dtng ke radio e. Qt bicara soal kmr, on air. Semua orang berhak untuk speak!
hehehe…Tq”
Wah…on air. *Ngilerrr..* Melayanglah pikiran ini membayangkan kegiatan kemarin & bernostalgia kembali di depan mic radio. 6 tahun lalu sejak bergabung dengan Radio Komunitas di Sekolah yang berlabel 102.7 FM Swara Sandhy Putra Makassar, terus ingat masa putih-abu-abu bergaul dengan sekolah lainnya di DJ Kamoe 105.1 FM Radio Prambors Makassar. Dan kegagalan di audisi radio Sonata 96 FM Makassar, maklum masih jaman sekolah waktu itu. Masa lalu tidak baik dibicarakan terlalu panjang.
Laiknya kucing malas merentangkan tangan & meluruskan otot-otot yang kaku ini, menikmati indahnya telah tidur dengan berlipat tubuh di sudut kursi. Saya telah tertidur…*sebenarnya mau pakai kata – Saya Ketiduran -, tapi ingat pesan Guru Bahasa Indonesiaku dulu, bahwa arti kata awalan Ke- dalam kata tidur berarti telah tidur dengan….ayooo dengan siapa*
Jam tangan saya ternyata telah teriak dari tadi tapi tidak kedengaran bahwa saya telah terlambat dari waktu janjian. Oh betapa sulitnya mengajak kompromi jiwa yang masih setengah tertidur ini. Sepertinya butuh disiram air, biasa saya menyebutnya dengan mandi. Wal hasil perasaan ini segar kembali, namun mata yang lagi-lagi tidak kompromi. Hanya mata saya yang merayakan Tahun Baru Imlek, saya sudah mirip warga Tionghoa, tapi baru bagian mata saja…hehehhee
Bergegaslah saya ke studio GZ. Teman-teman bahkan teriak menyambut kedatangan saya, bahkan ada yang mempersembahkan tari-tarian loh *maaf, tulisan setelah tanda koma ini tidaklah betul adanya*
Hormon adrenalin-pun memuncak ketika berhadap dengan mic itu…ohh berbincanglah kami laiknya saya nara sumber dari Maumere, dikirim paketan special tidak pakai telur ke Ende. Kami banyak ngobrol, bersenda gurau. Saya yakin para pendengar radio GZ yang biasa disapa Gomezoner senang dengan laporan lisan kegiatan kami, & keceriaan kami malam itu.
Terimakasih atas kerjasama 99,7 FM Radio Gomezone Ende di event Berbagi Kasih yang mengajak saya dengan special terutama Pak Direkturnya. Boleh saya menyebut nama? *maklum di tipi banyak yang namanya tidak mau disebut…Namanya Pak Willy da Gomez. Terimakasih rekan-rekan Radio Jockey-nya yang keren-keren, suaranya asik, prilakunya bersahabat Tuteh, Milano, Oscar, Shinta, Angie, Etchon…rekan lainnya Romeo, Nando, Cici, Bang Pedro, Indri yang suka bertanya macam-macam ke saya. Terimakasih mbak penjual Pangsit yang menyediakan es teh pesanan Tuteh, yang mentraktir saya ketika haus dahaga. Tukang ojek yang sempat lewat juga yah…
——–mari mendengarkan lagunya d’Massive-Jangan Menyerah dilanjutkan Kings of Convinience – Mrs. Cold—-*lagu terakhir tidak sesuai tema, special request…hehehhe

















Horeeeeeeeeeee…. *tepuk tangan* tapi itu foto2 waktu berbagi coklatnya itu nggak diupload yak? Hehehehe. Hmmmm jadi ingat masa itu, waktu itu, semua itu.. huhuhu. Lagu terakhir, Mrs. Cold, tak sesuai tema, special request buat yang tak banyak bicara tapi pengen nempel *keplak bolak balik* wakakakakaka…
Bahagian ketika keluarga besar ini bertambah 1 lagi. Mari gila rame2
.-= tuteh´s last blog ..Berbagi Kasih Bersama Gomezone FM – 2010 =-.
“Berbagi” kata yang mudah untuk diungkapkan, tapi kadang sulit untuk diterapkan…
untuk “ABAH” kata – katanya membuat saya sangat terharu, dan teringat akan seseorang..
Teruslah berbagi dengan niat tulus dan ikhlas…
Coba Arafah ikutan yak
bisa rame tuw… *awas kambing* hehehe… jadi ingat launching Flobamora Community euy!
.-= tuteh´s last blog ..Berbagi Kasih Bersama Gomezone FM – 2010 =-.
iya loh…hehehehe, yang ada entar Arafah malah keasikan nge-dance
duh, jadi gak enak nih postinganku *menyodorkan tissue ke Arafah*
Alasannya adalah, klo kebanyakan upload foto entar telat publish lagi hihihihi.
Ahahahay… upload saja lah foto2 ituw
Hmmm itu lagu yang mo didownload Judulnya Magic Love, kah? Lupa gue wkakakaka…
.-= tuteh´s last blog ..Berbagi Kasih Bersama Gomezone FM – 2010 =-.
kok tdk bilang2 ya… mentang2 jao udh jd ex Gomezone.. Sedih banget ya.. Plis klo ada acara kyak gni blg2 dong biar bs ikutan bantu sodara2 kita yg membutuhkan. Jao tunggu infonya. Tq
aslam. saya adalah seornag mahasiswa dari dari flores tapi kini sedang kuliyah di jawa. bagaimana caranya agar bulan ramadahan ini saya bisa tugas di pondok wali songo.?
bagaiamna caranya agar bulan ramadhan ini saya bisa tugas di pendok pesantrin wali songo? balas ya