18 May 2010 ~ 4 Comments

Ilham#Blog31hari[2] : dari Kota Ende ke Desa Nduaria

Aktivitas saya di tiga minggu terakhir yaitu mengawal kegiatan dilapangan terkait Mega Project Palapa Ring, MKCS (Mataram Kupang Cable System) yang diresmikan Presiden SBY di Mataram, 30 November 2009lalu. Nah, kali ini pekerjaan sedang berpusat di lintas Flores dari Kota Maumere menuju Kota Ende, hingga ke Kota Labuan Bajo nantinya. Sekali lagi saya ingatkan, bahwa saya tidak akan membahas pekerjaan ini, tapi hal seru apa yang ada di lapangan…disimak terus yah :D

Desa Nduaria, Kec. Detosoko, Kabupaten Ende….

*~ Foto anak-anak Desa ~*

Saya berteduh dibawah pohon jeruk, tempat berteduh yang tidak laik sebenarnya ketika menghindari hujan. Hanya pohon itu yang berdiri di sisi jurang. Hujan ini berlangsung sebentar saja, masih gerimis karena saya yakin ini hujan sekadar lewat saja terbawa tiupan angin. Saya juga menghindaritulisan di lembaran kertas yang saya bawa akan luntur.

Sesosok pria bertopi putih berkendara sepeda motor datang menghampiri saya. Matahari mulai menampakkan cahayanya, dan jalan lintas Maumere – Ende sudah tampak basah. Bapak itu berbicara tapi tidak mau menatap saya, entah segan atau malu. Pengucapan yang pelan membuat saya kurang mengerti maksudnya. Saya meminta kawan saya yang berbicara langsung dengannya dengan bahasa adat setempat. Bahasa Lio atau Sara Lio, bahasa yang digunakan orang-orang yang mendiami wilayah bagian tengah pulau Flores.

Bapak itu meminta bantuan kami, mengantarkan istrinya yang baru saja melahirkan jam 9 pagi tadi dengan bantuan mobil dari PusKesDes menuju kampung adat di Desa Nduaria. Tidak jauh dari lokasi kami berada. Saya iyakan saja permintaan bapak itu.

Berkali-kali bapak tersebut mengingatkan saya, akan dibalasnya dengan ‘uang rokok’. Saya tidak mengindahkan ucapannya.

Kami mengantarkan Istrinya dan juga mertuanya yang menemani sekaligus menggendong bayi lucu yang baru dilahirkan itu. Memasuki kampung di Desa Nduaria. Konon sebelum dibuatnya jalan sepanjang Flores yang menghubungkan beberapa Kabupaten sejak tahun 1925. Masyarakat disini terisolasi, apalagi dihadapkan dengan beberapa kampung yang terpisah karena topografi daerah yang berbukit-bukit dangunung serta lembah yang terjal.

Memasuki kampung ini dengan melalui jalanan yang mendaki namun sudah terlapisi beton. Rumah adat, pohon yang dianggap keramat tampak dari pagar yang membatasi dan memang menyeramkan…hihihihi. Warga disini bermata pencarian sebagai petani dan pekerja kebun.Dahulu, Kelompok masyarakat adat setempat terbagi atas tiga tingkatan. Kelompok pertama adalah Mosalaki dan Riabewa (pemangku adat), kedua adalah kelompok faiwalu/anahalo (Orang banyak) dan ketiga adalah kelompok ata ho’o rowa (para hamba dan budak). Tingkatan kelompok ini terkait kepemilikan tanah, menurut hukum adat, Mosalaki dan Riabewa adalah pemilik tanah, sedangkan faiwalu/ana halo adalah penggarap.

Desa Nduaria berjarak 30 km dari Ende, dapat ditempuh melalui jalan darat dengan waktu kurang lebih 1,5 jam. Selain itu desa ini juga dekat dengan lokasi wisata Taman Nasional kawah tiga warna Kelimutu yang banyak sekali dikunjungi turis-turis mancanegara.

Usai sudah pekerjaan yang membutuhkan tenaga berjalan kaki beberapa km hari ini, bersyukur juga sudah bisa saling membantu sesama.Sebelum meninggalkan Desa Nduaria menuju Kota Ende, jangan lupa singgah di Desa Detosoko yang berada diantaranya untuk menikmati durian khas desa ini.

Bau durian yang membuat saya penasaran setiap melintas jalur ini. Menawarnya pun dengan bahasa setempat dari harga 30 ribu perbuah bisa turun hanya sampai 20 ribu perbuah. Duriannya pun tidak mengecewakan…besok singgah beli lagi ahhh :D

 

4 Responses to “Ilham#Blog31hari[2] : dari Kota Ende ke Desa Nduaria”

  1. na 19 May 2010 at 12:27 am Permalink

    mana poto duriannya?? *fans sejati durian* hehehehhe
    .-= na´s last blog ..#Blog31hari =-.

  2. tuteh 19 May 2010 at 6:37 pm Permalink

    Bayi itu harusnya diberi nama Ilham :p secara Bapaknya dapat ilham ketika melihat Ilham dan si ‘merah’ wkwkwkwkwkwk ;) )

  3. tuteh 19 May 2010 at 6:38 pm Permalink

    Anak berbaju merah kok mirip NANDO yah? :D

  4. Ilham 20 May 2010 at 12:02 am Permalink

    @ Nanie : iya nih tak ada fotonya,masalahnya sudah terlena dengan aroma durian.

    @ tuteh : akan saya coba mengusut kembali siapa ayahnya…test DNA bolehkah Kak ROs?

    @ tuteh lagi : oh yah…hihihihi
    .-= Ilham´s last blog ..Ilham#Blog31hari : Berita yang heboh di Ende =-.


Leave a Reply

CommentLuv badge
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes