20 May 2010 ~ 4 Comments

Ilham#Blog31hari[4] : Berceritalah si Aceh…

Hujan, bukanlah hal langka di Desa Detosoko, Kec. Kelimutu, Kab. Ende – Flores, NTT. Daerah yang berada ditengah pegunungan, hamparan sawah menguning sebagai penghias suasana. Siang hari, kami masih saja mencoba berteduh dibawah atap sebuah warung yang tidak berjualan yang ukuran warungnya hanya sekitar 2 x 2 m. Semua karena hujan.

Duduk jongkoklah kami berdua. Dialah seorang yang berasal dari Aceh yang menjadi partner kerjaku di lapangan dalam tiga minggu terakhir. Suasana seperti ini membuat kami banyak membuka topik pembicaraan. Laiknya seorang teman, jadilah saya pendengar dan orang yang suka menginterogasi *bilang saja banyak tanya hal yang gak penting*

Dia pun mulai bercerita bagaimana kisahnya hingga terlibat dipekerjaan lapangan ini. Dia adalah seorang mantan Marinir. Aceh adalah kampungnya, didaerah perkampungan nelayan. Ayahnya seorang nelayan. Hanya dengan mengirim foto sebagai pelepas rindu keluarga ketika menjalani pendidikan Marinir di Surabaya. Masa itu Aceh sebagai Daerah Operasi Militer (DOM). Diawali karena konflik antara pemerintah dan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang diakibatkan perbedaan keinginan ini telah berlangsung sejak tahun 1976 dan menyebabkan jatuhnya korban hampir sekitar 15.000 jiwa…*menurut Wikipedia*.

Saya meninggalkan kampung halaman atas petuah ayahku, karena masalah keamanan daerah. Saat itu, suasana sangatlah mencekam. Kami di perkampungan dilarang keluar rumah ketika malam tiba. Kami khawatir terjadi penculikan, pembataian, dan pemerkosaan yang sangat marak saat itu. Banyak istri-istri yang menjanda karena suami mereka di culik dan tidak jelas keberadaannya.

Pernah suatu ketika di subuh hari, tergeletak dua korban penganiayaan di depan rumah kami. Bahkan ayah ku pernah hampir diculik, ketika rumah kami dimasuki sekelompok pasukan militer. Tapi hal ini tidak terjadi ketika mereka menanyakan pajangan fotoku yang berseragam militer terpampang di dinding. Ayah saya menjelaskan, bahwa itu adalah anaknya yang menjalani pendidikan Marinir, sesaat setelah mereka menanyakan sosok difoto tersebut. Alhamdulillah ayah saya selamat.

Menurutku mengabdi kepada Negara berarti 99% diriku adalah milik Negara dan 1% bagian keluarga. Saya memutuskan mengundurkan diri dari Militer setelah satu tahun setengah mengabdi. Ketika itu pergolakan GAM semakin marak, hingga Ayah dan Ibuku disandera disebuah pulau. Alasannya karena saya adalah bagian dari militer Pemerintah Indonesia. Saya diberi pilihan, berhenti dari Marinir atau nyawa orangtua saya tidak terselamatkan. Saya lebih memilih orangtua.

Sejak mengundurkan diri hingga setelah gempa dahsyat melanda Aceh barulah saya kembali menjenguk keluarga disana. Semua karena permintaan orangtua agar saya meninggalkan Aceh. Hingga Aceh aman kembali.

Sempat saya bertanya. Apakah hasil bumi dari Aceh? Jawabannya ganja. Maksud saya adalah hasil tambang bumi. Jawabannya adalah emas. Pernah saya menonton sebuah program televisi swasta yang mengupas mengenai sisi operasi rahasia. Saat itu kebetulan membahas mengenai sistem pertahanan Indonesia. Ada seorang nara sumber bercerita, bahwa daerah-daerah di Indonesia yang terjadi gejolak dan pemberontakan. Adalah daerah yang kaya akan Sumber Daya Alam berupa barang tambang emas. Ingatlah beberapa daerah yang pernah mengalami keadaan rusuh seperti Papua, Palu di Sulawesi Tengah, dan Aceh. Sebagai referensi bacalah postingan Negeri Penghasil Emas.

Tahukah anda?, emas yang terpasang di tugu Monumen Nasional (Monas) adalah emas yang berasal dari Aceh. Dari 38 kg emas yang dipajang di puncak tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta, 28 kg di antaranya adalah sumbangan Teuku Markam, salah seorang saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia.

Negera kita sangatlah kaya, mari kita jaga dan pertahankan dari pihak-pihak yang ingin mengambil bagian dari Negera ini. Saya sadar, perbedaan kami dari seluruh bagian Negera Indonesia, memiliki cita-cita yang sama untuk negara yang aman dan makmur. Selamat Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2010

I love Indonesia :D

 

4 Responses to “Ilham#Blog31hari[4] : Berceritalah si Aceh…”

  1. tuteh 21 May 2010 at 8:32 am Permalink

    *manggut2*
    Jadi begitu ceritanya si Aceh ini. Hidup yang berat ya… saya jadi merasa nggak ada apa2nya dibanding dia; yang harus ninggalin orangtua dan diberi pilihan yang sulit; antara negara atau orangtua…

    Btw Indonesia memang kaya raya. Dan sudah lama memang saya kira, daerah2 yang bermasalah/konflik terus, itu daerah2 kaya… kaya raya! Siapa merebut siapa? Siapa merebut apa?

    Btw I love Indonesia too… hehehehe :D

    Met Hari Kebangkitan Nasional.. met ultah Benock :D hekekekeke.

    Nice post!!!
    .-= tuteh´s last blog ..Blog31Hari #1 – Opening =-.

  2. tuteh 21 May 2010 at 4:14 pm Permalink

    Mau dund bukunya :D tapi sekarang t masih baca buku tentang pria dan wanita itu :D banyak benernya juge :D
    .-= tuteh´s last blog ..Blog31Hari #1 – Opening =-.

  3. ilhamhimawan 22 May 2010 at 1:40 pm Permalink

    yah…apa yang sedang kita kerjakan sekarang…berarti tidak pantas dikeluhkan *menyinggu diri sendiri* tapi perbanyak bersyukur…betul Kak Ros

  4. ilhamhimawan 22 May 2010 at 1:41 pm Permalink

    tunggulah aku di Maumere mu…tempat labuhan semua kapalll *versi So7*


Leave a Reply

CommentLuv badge
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes