21 May 2010 ~ 9 Comments

Ilham#Blog31hari[5] : Pulau Seribu Kuda, Pulau Sumba

Saya mau bercerita tentang satu daerah di NTT, bagian dari Flobamora (Flores, Sumba, Timor, dan Alor). Cerita kunjungan saya disana beberapa waktu lalu. Disimak yah :D

*~ Berlatar ikon tugu kebanggaan Kota Waingapu ~*

Pulau Sumba, daerah berpadang Sabana. Pulau yang pernah berada dibawah permukaan air dan  merupakan pulau karang yang terangkat dizaman dulu setelah melalui masa perubahan alam. Pulaunya burung Kakatua berjambul kuning dan Kuda Sandalwood.

Pulau Sumba terbagi 4 Kabupaten. Sumba Timur dengan Ibukota Waingapu, Sumba Tengah dengan Waibakul, Sumba Barat dengan Waikabubak dan Sumba Barat Daya dengan Tambolaka.

Saya akan berbagi hal tentang Kota di Pulau Sumba yaitu Kota Waingapu. Untuk sumber air di Kota ini, bisa dibilang tercukupi, ada 88 sungai yang mensuplai. Topografinya landai disekitaran pantai, perbukitan kapur yang curam. Selama disini pula Saya merasakan surga kacang, banyak cemilan olahan kacang yang membuat saya senang menikmati kelezatannya. Iklimnya panas dan kering dengan musim hujan yang relatif lebih pendek. Tenun ikat Sumba yang disebut Tenun Hinggis adalah tenun tradisional terbaik di dunia yang juga merupakan mata pencarian warga setempat.

Dibandingkan beberapa kota lain di gugusan pulau di NTT, Kota Waingapu di Pulau Sumba ini menurut saya cukup berkembang dengan deretan bangunan yang tertata apik. Malam hari lampu jalan tetap bersinar  tidak seperti daerah lainnya yang kadang Off dan tudung lampunya pecah karena dirusak oleh masyarakat yang terbuai pengaruh miras.

Untuk urusan mengisi perut, janganlah khawatir. Tersaji banyak jenis makanan yang Insya Allah halal yang dijajakan dibeberapa warung tetap maupun warung yang buka ketika malam tiba di lapangan kota yang bercitarasa Indonesia.

Ketika Ramadhan tiba Saya sangat merindukan berada di Masjid terbesar yang pernah kulihat selama 4 tahun di NTT (Pulau Flores & Sumba), yaitu Masjid Agung Al-Jihad Waingapu. Saya teringat satu Imam Masjid yang betapa syahdu beliau membacakan ayat demi ayat Al-Quran ketika Sholat Tarawih waktu itu. Di pelataran masjid sebelum berbuka puasa, banyak warga yang menjajakan takjil sebagai bagian kemeriahan bazaar Ramadhan. Disini ada Kampung Arab, bahkan Kampung Bugis. Rata-rata daerah di NTT disekitar pesisir pantai banyak dihuni sekelompok warga berasal dari Bugis. Kalau pelaut bugis kan memang seorang perantau. Masih ingat filosofi masyarakat Bugis? “Jika tidak belum merantau, belum bisa dikatakan dewasa”. Yeah…aku telah merantau, artinya jawab sendiri :D

Bulan Mei 2009 lalu saya sempat berkunjung kesini. Nama Bandar Udara di Kota Waingapu telah berubah. Awalnya dikenal dengan nama Bandar Udara Mau Hau. Saat ini berubah menjadi Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, untuk mengenang jasa Mantan Bupati Sumba Timur yang bernama sama dan telah meninggal 2 Agustus 2008 lalu. Umbu adalah gelar bangsawan untuk membedakannya dengan golongan Maradika atau orang biasa dan golongan Atta atau budak.

Di  Pulau Sumba, tak ada pantai yang ramai. Semuanya terasa lengang, segalanya tampak mengembang panjang sejauh mata memandang.

.. Di Sumba, tak ada darah yang sia-sia, sebab pada tiap tetes darah ada mimpi tentang hamparan padi yang menguning di sawah dan daging-daging ternak yang setiap seratnya akan ditukar untuk sehelai seragam sekolah.

Beri Daku Sumba

Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka
Di mana matahari membusur api di atas sana
Rinduku pada Sumba adalah rindu peternak perjaka
Bilamana peluh dan tenaga tanpa dihitung harga

Tanah rumput, topi rumput dan jerami bekas rumput
Kleneng genta, ringkik kuda dan teriakan gembala
Berdirilah di pesisir, matahari ‘kan terbit dari laut
Dan angin zat asam panas dikipas dari sana

Bari daku sepotong daging bakar, lenguh kerbau dan sapi di malam hari
Beri daku sepucuk gitar, bossa nova dan 3 ekor kuda
Beri daku cuaca tropika, kering tanpa hujan ratusan hari
Bari daku tanah tanpa pagar,luas tak terkata, namanya Sumba

Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda
Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh
Sementara langit bagai kain tenunan tangan, gelap coklat tua
Dan bola api, merah padam, membenam di ufuk teduh

Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka
Di mana matahari bagai bola api, cuaca kering dan ternak melenguh
Rinduku pada sumba adalah rindu seribu ekor kuda
Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh

Taufiq Ismail
1970

Kawan…tahukah kamu? NTT itu sangatlah indah, bagian dari gugusan keindahan Indonesia. Sekali lagi “Saya mencintai Indonesia” :D

 

9 Responses to “Ilham#Blog31hari[5] : Pulau Seribu Kuda, Pulau Sumba”

  1. tuteh 22 May 2010 at 10:14 am Permalink

    Berbahagialah kalian2 yang telah pergi ke Sumba :D hehehehe… sejak dulu ada filmnya Maudy Koesnadi soal Sumba (yang soundtracknya dinyanyiin Koes Ploes; why do you love meee so sweet and tenderly.. :p), saya ingin sekali bisa ke sana.. hiks.. tiduran di savana tanpa kena kotoran kuda wkwkwkwkw…

    One of my dream; nonton PASOLA!!!
    .-= tuteh´s last blog ..Blog31Hari #1 – Opening =-.

  2. ilhamhimawan 22 May 2010 at 1:43 pm Permalink

    wah, penasaran dengan film itu…Taufiq Ismail saja mengabadikan dalam puisi.

  3. tuteh 22 May 2010 at 6:16 pm Permalink

    Dulu diputer di TPI hehehe masih jaman2 sekolah… keren laaaah… Maudy Koesnadi keren! Jadi Rambu apa gitu dia di film itu hehehe…

    Btw baru nyadar itu fotonya latar belakang Sumba… tapi kaosnya BALI ye :p sangat Indonesia :D
    .-= tuteh´s last blog ..Blog31Hari #1 – Opening =-.

  4. hernot sarwani 3 October 2010 at 7:03 am Permalink

    asalamualaikum, saya di solo jawa tengah tahun 1996 pernah ikut pemetaan tanah di sumbabarat (mungkin sekarang sumba barat daya?) base camp kami di desa kori kec kodi sumba barat. sambil menyelam minum air. karena kebetulan saya pengrajin wayang kulit yg salah satu bahan pendukungnya tanduk kerbau (paling bagus tanduk kerbau albino), saat itu di lapangan juga saya manfaatkan untuk mencari?membeli tanduk kerbau albino/bule. karena sekarang barang susah didapat barangkali ada saudaraku di pulau sumba yang bisa mencarikan tanduk kerbau tersebut untuk bahan kerajinan wayang kami. ….?

  5. hernot sarwani 3 October 2010 at 7:06 am Permalink

    o ya kelupaan, kalau ada yg mau kontak kami bisa melalui Facebook : sanggar wayang wawan sondakan

  6. Rambu Karera 11 April 2011 at 12:32 pm Permalink

    Ada bapak2 bertanya pada saya,”menurut kamu,surga itu dimana??”
    Saya jawab,”Surga itu di sumba!!!”

  7. ilhamhimawan 22 April 2011 at 2:28 pm Permalink

    boleh saya berkata, iya benar, Sumba itu surga dunia :)

  8. hernot sarwani 30 April 2011 at 5:41 pm Permalink

    nomor hp kami 081548614414

  9. hernot sarwani 30 April 2011 at 5:43 pm Permalink

    hp kami o81548614414


Leave a Reply

CommentLuv badge
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes