Stories

Kemana saja, Ham?

Kurang tidur hingga pernah terbawa ke sleep paralysis syndrome

*tapi tidak lama kok. Lebih banyak diam, volume bersuara berkurang dibandingkan sebelumnya. Kurang tidur :sleep: bobot tubuh juga berkurang. Saya kadang tidak memiliki suasana hati kala tertawa terbahak-bahak di malam hari, ketika bercerita dengan teman-teman saya. Berteriak lepas ketika merasakan semangat tenis di pagi hari ;-( Itulah yg saya alami, bukannya saya sedang tidak senang dengan lokasi kerja yang baru ini, tidak sama sekali. Saya beberapa bulan lalu memang konsen selesaikan kerjaan yang menjadi target sebelum mudik, yang bisa mengubah mood saya secara tidak menentu. Alhamdulillah semua berjalan baik. Mudik yang kujalani pun, banyak diisi dengan tidur siang. Aktivitas yang langka jika sudah di Flores….Fiyuuuhhhh

Kembali dari mudik, karena sesuatu hal yang mengharuskan saya singgah di Maumere terlebih dahulu sebelum ke kota Ende yg akan ditempuh maksimal 4 jam perjalanan darat.Tahukah betapa senyuman ini tidak henti-hentinya membentuk 227. Senyum ikhlas 2 cm ke kiri, 2 cm ke kanan selama minimal 7 detik.

Dimulai kedatangan saya di Bandara Frans Seda Maumere yg dulunya bernama Bandara Waioti, saya disambut dengan senyuman kenalan-kenalan saya. Mulai disini semuanya menyapa “Kemana saja, Ham?” tidak hanya profesi polisi bahkan pengemudi taxi gelap pun semuanya menyapa sambil bersalaman dan banyak bercerita.

Sore hari tiba, saya berjumpa dengan rekan terdekat di kantor dan sekitarnya. Eh ketemu kenalan baru, namanya juga sama Ilham tapi tidak banyak bercerita kali ini.

Saat dimana malam pertama saya mencoba nostalgia wiskul *wisata kuliner* ke warung tenda di pinggir jalan dengan citarasa Surabaya. Yah Lontong balap, makanan yg konon diberi nama seperti itu karena pedagang lontong di Surabaya sering berjalan cepat untuk mencari pelanggannya. Disana saya bertemu teman juga, kita banyak bercerita juga dan tetap dengan pembuka percakapaan “kemana aja ham? Jarang kelihatan”. *lagu Sule – Susis terdengar menghentak malam dingin ini, terdengar dari rumah sekitar warung yg akan mengadakan pesta esok hari*

Setelah sholat jumat, bermaksud mencicipi Coto Makassar, eh kehabisan menu tapi tetap obrolan juga berlanjut disini dengan kenalan lama.

Malam kedua, malam ini, melanjutkan wiskul, kali ini Ayam bakar Taliwang citarasa Lombok, NTB. Begitu memasuki warung seseorang menegur saya, karena kacamata yg saya lepas tidak membuat saya yakin siapa orang itu. Tapi saya ingat walau bertemu hanya sekali saja. Saya acuh dulu, sambil memesan menu, pertanyaan sama terlontar “kemana aja, ham?” dari Ibu pemilik warung. Saya sudah pindah Ende. Baru kemudian, saya mendekati meja orang tersebut…

“Ah, kamu lupa saya yah?

“Tidaklah, saya gak pakai kacamata ini” tapi terus terang saya belum tahu namanya, maklum ketika bertemu di lapangan tenis belum sempat perkenalkan nama itupun 6 bulan lalu. Bodohnya saya, lebih bodoh lagi jika sudah akrab baru menanyakan “maaf Pak, nama anda siapa yah?”. Ohh jangan sampai kata-kata ini terlontar, haram hukumnya dalam sebuah moment keakraban.

Kami bercerita banyak, seakan telah sering bertemu dengan obrolan santai. “Eh, kau dicari tuh dilapangan…masih sering main kan? Besok main yuk…masih ramai loh” ajakan bermain tenis yg jelas tak akan ku tolak, kangen dengan teman-teman lama. Dari tempat itu pula saya mendapatkan kenalan baru lagi yg ternyata juga berlokasi kerja di Ende…wow banyak teman banyak rejeki loh 😀

Eh…banyak juga ternyata tulisan ini…maafkan jika kemarin sempat hibernasi karena kesibukan, walau banyak ide tapi nyangkut si status draft. Tidak sabar kehadiran esok hari, pagi hari di lapangan tenis, menjelang siang di pantai berenang dan snorkeling bareng, sore tenis lagi kayaknya dgn lokasi yg berbeda, malamnya karaokean deh…Itulah saat-saat mengisi keakraban bersama kenalan yg tidak akan sia-sia demi hati dan pikiran.

Nyanyi ah…    :whistling:

*~ I’m only gonna break break ya break break ya heart ~* (banana_rock) #Taio Cruz – Break Your Heart

Sleep Paralysis : Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.

Leave a comment

CommentLuv badge

Get Adobe Flash player