Stories

Sudah pagi, terima dan nikmatilah!

C360_2012-01-06-12-52-17Kubuka jendela pagi itu dari tirai yang berwarna merah marun, walau biasanya saya senang tirai berwarna biru. Berkas cahaya matahari dan udara segar memasuki ruang kamarku. Dengan sengaja saya menempatkan posisi tempat tidur tepat disisi dua jendela, sederhana….agar saya bisa menikmati pemandangan alam dari kamar. Menyibak tirai, memandangan langit biru serta menikmati nuansa hijau pegunungan, membuat saya merasa inilah anugrah yang tidak semua orang merasakannya.

Aktifitas pagi, menonton televisi sudah menjadi kebiasaan, karena kadar tontonan saya pada malam hari juga hanya sekitar sejam, itupun hanya program yang memberikan inspirasi tersendiri bagi saya. Membuang waktu menonton tivi untuk tayangan yang tidak memberikan kesan bagi saya, sepertinya hanya sia-sia. Sebenarnya ada rasa bersalah juga terhadap buku yang belum terbaC360_2012-01-06-12-58-10ca. Yah…posisi tumpukan buku itu tepat di depan televisi saya, diatas kasur, bahkan disamping kaca lemari. Alasan sederhana, buku mengingatkan saya untuk tidak membuang banyak waktu.

Untuk pagi yang cerah dan sejuk itu, saya disuguhi tontonan selama 1 jam yang cukup mengisnpirasi dari NatGeo channel, judulnya “Hongkong to the World – Cancer and the city”. Topik yang cukup berat untuk otak dipagi hari sepertinya Eye rolling smile…tapi itu sebaliknya. Program film dokumenter ini menceritakan tentang peningkatan drastis kasus penyakit kanker di perkotaan seperti Hongkong terutama pada wanita. Bahkan 1 diantara 5 orang wanita di Hongkong hidup dengan kanker. Tokoh yang dibicarakan disini, ialah Rae seorang wanita penderita kanker paru-paru dengan jenis langka. Saya lupa nama ilmiahnya. Rae adalah putri seorang dokter, tidak mengkonsumsi alkohol bahkan kopi, lebih sering mengkonsumsi ikan dan sayuran, bisa dipastikan asupan makanannya lebih baik lah. Apa yang terjadi? dia pun tidak tahu. Berbekal hidup yang cukup baik dan pengetahuan yang mumpuni, Rae menjalani berbagai macam pengobatan baik kedokteran dengan konsumsi obat-obatan jenis baru yang belum dipasarkan, kemoterapi, hingga pengobatan alternatif. Bahkan untuk mengobati kekhawatirannya, Rae mencoba pelatihan penyeimbangan pemikiran untuk menetralisir tingkat stressnya seperti Yoga.

Rae yang divonis hidup dalam hitungan bulan oleh Dokter, semakin khawatir, pengobatan yang dilaluinya pun tidak memberikan hasil penyembuhan melainkan tampak semakin parah. “Kenapa harus saya? kesalahan apa yang telah saya lakukan?”…pertanyaan seperti ini pun tidak lepas dari ucapan Rae. Begitupun yang pernah dialami Pepeng, pelawak terkenal itu yang saya lebih mengingatnya di program kuis “Jari-jari….” Rolling on the floor laughing. Awalnya mengetahui penyakitnya pun ia sering mempertanyakan tentang diri sendiri, seperti yang saya baca dari wawancaranya disebuah majalah. Hal seperti ini hanya memicu tingkat stress dan semakin menyulitkan penyembuhan.

Rae pun berpikir untuk menghentikan segala proses pengobatan tersebut terutama yang mengharuskannya mengkonsumsi obat-obatan kimia yang malah merusak sistem organ tubuh lainnya. Rae beruntung karena dia tipe pribadi yang tegar dan optimis, didukung dengan kerabat terdekatnya sebagai motivator dan keluarganya. Rae pun mulai menjalani kehidupannya dengan lebih senang dan menikmati perjalanan ketempat menarik yang disenanginya. Rae berpikir untuk lebih menerima kondisinya dan menikmati kehidupannya sebagai pengidap kanker. Sikap optimis dan positif inilah yang memberikan pengaruh  lebih besar dalam penyembuhannya. Sistem kekebalan tubuhnya semakin baik dan mengikuti saran dokternya untuk berusaha memperbaiki kondisi tubuh dengan asupan yang baik dan pemikiran yang tenang, karena pengobatan terbaik hanya dari tubuh itu sendiri. Rae pun aktif dalam berbagai seminar membicarakan tentang pengalamannya ini.

Beberapa buku referensi yang saya baca pun juga mengambil kesimpulan yang sama, meninggalkan konsumsi obat-obatan yang mengandung bahan kimia berbahaya bagi tubuh. Saya merekomendasikan buku Smart Patient, Rasulullah is My Doctor dan “Ensiklopedia Mukjizat Kesehatan dalam Islam”.

Saya tertarik dengan topik kesehatan seperti ini, sejak saya pernah mengalami penyakit typus disertai malaria September 2010 lalu. Disana saat pertama kali harus mengkonsumsi obat-obatan antibiotik yang besarnya seperti kacang mente. Terus terang saya bukan pengkonsumsi obat seperti itu sebelumnya. Paling besar obat anti mabuk jaman SD dulu kalau perjalanan ke kampung halaman. Kalaupun saya dipaksakan mengkonsumsi multivitamin atau obat flu, saya harus menghancurkannya, menggunakan sendok sbg wadah dan memberi sedikit air kemudian menelannya. Yah sampai saat ini, seperti anak kecil. Dan tahukah apa efek setelah konsumsi obat-obatan kimia? rasanya metobolisme tubuh saya tidak seimbang. Sejak saat itu saya mulai belajar lebih menghargai kesehatan, memanfaatkan waktu, menyeimbangkan jasmani dan rohani.

FC at Koka Beach

Oh iya sebelum sakit malaria itu, saya kadang tidur sampai jam 3 subuh, memaksakan diri untuk bekerja dan makan yang tidak teratur…stress gak tuh?. Kini tidak lagi, kecuali sangat terpaksa. Seperti lagu bang Rhoma…*~ begadang jangan begadang, kalau tiada artinya ~*….#halah…Oh iya Sholat, dzikir, bersedekah, berolahraga, banyak senyuman dan menjalin silaturahmi adalah cara yang membantu anda mensyukuri kehidupan, menenangkan pemikiran, berbagi pengalaman, mengajarkan anda untuk ikhlas dan hal luar biasa lainnya. Open-mouthed smile wow…sounds great, padahal diri ini masih sering lupa berlaku seperti itu….

Comments To This Entry.
  1. tuteh January 10, 2012 Reply

    Rasulullah is My Doctor, sudah habis dibaca belum? *tanya dengan muka serius*

    Iya, tubuh punya sistem sendiri untuk menghalau segala hal buruk, dan itu harus didukung dengan pikiran dan perasaan. Bergerak sembuh saya dari sakit berbulan2 akibat maag akut juga karena saran seseorang untuk terus berpikir senang, positif dan melupakan segala yang buruk. Positif berpikir memberi efek yang luar biasa pada tubuh. Juga senyum, olahraga, sholat, dzikir dan satu yang tak boleh luput SEDEKAH! Alhamdulillah banget deh sedekah ini. Suer!

    Btw tolong jangan ingatkan saya tentang bagaimana seorang Ilham Himawan, yang berani bolak-balik Ende-Maumere mengendarai mobil (nyetir sendiri), begitu takutnya minum obat. Ck ck ck ck! Sampe jadi tontonannya Tika :D wkwkwkwkw… *ngilang*

    Fotonya samaaaaa ama yang di blog T :D wkwkwkw…
    tuteh´s last blog post ..Lomba 10 Hari Ngeblog

    • ilhamhimawan January 10, 2012 Reply

      ih kamu gitu deh…tapi ketakutan minum obat itu bagus loh, bagus buat menghalau bahan kimia masuk ke tubuh…Buku itu, emang situ yg punya? wkwkwkwk nantilah klo saya tidak SIBUK!!! :P

  2. tuteh January 14, 2012 Reply

    Iiiih!!! Bentji banget kalo baca kata SIBUK ituh!!! Menusuk2 hati :p wkwkwkwkwkw… bukuuuuuuuuuuuuuuuuuuu :D
    tuteh´s last blog post ..Hari-Hari Penuh Cerita

Leave a comment

CommentLuv badge
Get Adobe Flash player