Stories

Flores twilight #4 : Cerita kain tenun Ende

Disela makan malam, saya biasanya menyempatkan ngobrol, sekadar bercanda, tertawa terbahak-bahak, atau hanya mendengarkan obrolan dengan rekan lainnya diwarung samping kostan ku. Satu buah pisang sebagai penutup. Melihat pemilik warung yang berpakaian rapih laiknya ingin ke kondangan, saya juga sepertinya punya undangan deh…”Ham gak pergi?” kata beliau…”Eh! oh iya, sampai lupa saya”…bergegaslah berganti kostum. Ada yang salah dengan kebiasaan saya ke acara pernikahan, salah kostum sepertinya. Sejak diberlakukannya penggunaan batik di kantor di hari Jumat, seakan tidak ada bedanya menggunakan batik jika ke kondangan, beda wanginya saja. xixixixixix Ninja…harus diubah nih! tapi…tapi saya malah lebih senang pakai kain tenun kalau menghadiri resepsi pernikahan di luar Flores #GakAdaYgNanya Who me?

20120113_165549

nyambi foto-foto di toko souvenir “Sehati” sore ini *niat banget*

Menghadiri acara pernikahan di Flores itu berbeda dengan kebiasaan kami di Makassar. Anda diundang menghadiri acara resepsi pernikahan tepat waktu dan duduk menunggu prosesi resepsi. Kalau di Makassar, anda datang, bersalaman, makan, senyam-senyum, foto-foto, pulang…yah gitu deh. Bagi saya, kok kesannya tidak berbekas yah?…Selama hampir 7 tahun di Flores, adat resepsi yang pernah saya datangi dari budaya suku Manggarai, Sikka, dan Ende. Tamu diharapkan memenuhi seluruh kursi yang disediakan barulah acara tersebut dimulai. Pengantin dan keluarga awalnya sebagai penerima tamu, saling bersalaman dan barulah pengantin menuju ke kursi pelaminan. Sebagian besar hampir sama, namun ada sesuatu yang menarik di Ende.

20120113_165753

Koleksi kain tenun motif Ende

Saya tidak menceritakan detil bagaimana prosesi resepsinya, namun  yang menarik adalah penghargaan akan kain tenun sangat terlihat disini. Ada sesi dimana pengantin laki-laki dan perempuan diberikan selendang yang terbuat dari kain tenun dan diharuskan menari atau sekadar berjoget disekitar hadirin yang datang, diikuti pula iringan lagu daerah. Selendang itu nantinya akan digilir ke para tamu secara bergantian, dan yang menerima harus menggantikan posisi orang yang memberikan kain tersebut.

20120113_170136

Koleksi kain tenun motif Sumba

Disaat tamu saling bergantian berjoget disekitar panggung. Keluarga dari pengantin saling berbaris memberikan ucapan selamat kepada pengantin dan mereka wajib memberikan sesuatu kepada kedua mempelai, baik berupa amplop berisi uang atau kain tenun.

Kesan ini terlihat sangat menarik, kebersamaan dan keakraban diantara para tamu dan pengantin pun terjalin hingga pukul sepuluh malam. Walaupun acara sudah ditutup oleh MC, namun masih ada acara bebas kalau orang disini menyebutnya. Diisi dengan tari-tarian kebersamaan oleh tamu, keluarga bahkan pengantin. Tarian kebersamaan yang pertama adalah Gawi. Tua-muda, laki-laki-perempuan saling bergandeng tangan membentuk lingkaran, dan berjoget dengan bergeser ke kanan dan kekiri mengikuti alunan musik. Tarian berikutnya disebut Ja’i. Seluruh yang ingin terlibat, membentuk barisan shaf dan menari mengikuti tarian salah seorang yang menjadi pemandu. Dan tarian yang ketiga biasanya berupa dansa yang diikuti oleh pasangan kekasih atau suami-istri.

20120113_165859

Setiap kabupaten di NTT memiliki ciri khas tersendiri dari motif kain tenunnya baik bermotif hewan, tumbuh-tumbuhan, tokoh mitos, dan juga abstrak. Dari motif kain tenun, kita bisa melihat dari suku mana atau daerah mana seseorang tersebut berasal. Kain tenun ini ibarat harta milik keluarga yang bernilai tinggi, karena proses pembuatannya yang sulit dan memakan waktu lama. Kain tenun dipasaran berharga sangat mahal, paling murah seharga 350 ribu tergantung motifnya. Kain tenun tidak hanya sebagai pelindung tubuh, melainkan pakaian dalam tari-tarian pada pesta/upacara adat, alat penghargaan atau pemberian dalam pesta pernikahan, pemberian pada acara kematian, syarat hukum adat sebagai denda untuk mengembalikan keseimbangan sosial yang terganggu, sebagai penghargaan pada tamu yang datang hingga prestise strata social masyarakat.

20120113_134722

Keren yah, aku pake yang motif Ende Be right back *gak boleh sirik*

Jadi teringat pada saat acara silaturahmi saya untuk mutasi ke Ende, seseorang memberikan sebuah kain tenun. Sebagai penghargaan bagi saya yang akan menetap sementara di Ende. Dari sini saya belajar menghargai kekayaan budaya Indonesia. Saya bangga diberikan jalan hidup merantau untuk bisa mengenali budaya daerah lain dan memberikan pengalaman terbaru. Jadi jangan khawatir jika suatu saat anda ditawari mutasi ke daerah yang bukan zona nyaman anda, selalu ada hal seru disana. temukanlah!

Comments To This Entry.
  1. ixan January 13, 2012 Reply

    Nice share ham..
    Cieee, terlihat begtu senang ditanah perantauan. Emang bisa lebih bnyk yg kita dapatkan jika merantau..
    Kunjungi jg blog ku, tapi belum pi sempat posting2 baru lagi, hehe

  2. tuteh January 13, 2012 Reply

    Hahahaha pesta/resepsi pernikahan di NTT pada umumnya memang gitu, Ham. Beda sama wilayah lain di Indonesia; datang, salaman, makan, foto2, haha hihi dan pulang. Ada seremoni2 tertentu yang wajib diikuti oleh semua udangan; menunjuk bahwa pesta ini bukan hanya milik pengantin dan keluarga tapi semua undangan juga memiliki pesta ini, memeriahkannya dengan tulus :D
    Resepsi pernikahan yang salah satu pasangan orang Lio, ya wajib ada tarian Wanda Pa’u, yang pake selendang itu. Tapi itu bukan wanda pa’u asli, hanya sekadar saja, sebagai syarat. Gilir2in selendang (lucky you, tadi malam T nggak lempar selendang ke Ham hahahah). Di beberapa pesta lagi itu ada beberapa seremoni lain kayak saling menyuap nasi dan daging (bukan kue pengantin) sangat2 Lio. Sementara itu untuk acara towatoli (aduh, kalo salah nulis, maafkan :D) alias penyerahan hadiah dari keluarga (banyak berupa sarung), tidak mesti pas wanda pa’u, bisa juga dijadiin 1 acara tersendiri :D
    Semalam nggak gawi yak? :D

    Btw itu fotonya keren euy :p jas daerah Ende nih yeeeee *siul-siul* :D
    tuteh´s last blog post ..Hari-Hari Penuh Cerita

Leave a comment

CommentLuv badge
Get Adobe Flash player