Stories

Love story of seven years in Flores

Waktu cepat berlalu yah, masih teringat banget pertama kali menginjakkan kaki di Flores tepatnya di Kota Maumere. Berangkat lebih pagi ke Bandara Hasanuddin Makassar, bertemu rekan seperjuangan, meninggalkan orangtua di pintu depan terminal dan kami terbang menuju Bali. Transit sehari dan kembali melanjutkan penerbangan ke Maumere. Saya tidak bermodal peta atau informasi destinasi yang ada di Flores. Informasi itu sangat minim, kebanyakan ulasan media tentang gempa dan tsunami yang melanda Flores tahun 1992. Oh iya, tepat hari ini saya telah tujuh tahun bepetualang di Flores 😀

IMG_0115

Jejak langkah kesuatu impian…

Perubahan disini sangat signifikan, saya masih teringat dulu marak orang mabuk dijalan, setiap pagi menuju kantor saya tidak heran lagi melihat pecahan botol berserakan dijalan. Kini, orang mabuk dijalan tidak lagi bisa ditemukan, mereka hanya boleh mabuk diarea rumahnya saja. Kenapa masyarakat disini mudah mabuk? jawabannya sederhana, minuman khas Flores yang sebagian daerah mengenal dengan Moke atau ada juga yang menyebutnya Sofi. Miras hasil penyulingan tuak.

Telinga saya sudah familiar mendengarkan keluhan para pendatang yang ternyata jalan hidupnya membawa mereka harus merantau ke NTT. Tidak sekali dua kali, tapi sering. Saya duduk di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai, dan pernah mendengarkan obrolan seorang laki-laki masih terlihat muda 30an tahun mungkin.

“Yah, mau bagaimana lagi…terpaksa deh…, mana disana tidak ada hiburan, bisa gila gw nih. Gw sih cuma berharap semoga ditempatkan di NTT tidak lama, paling lama dua tahun deh…Oke bro, salam yah sama teman-teman” Obrolannya di telp dengan wajah tampak tidak bahagia.

Dengar obrolan seperti itu sudah basi, udah gak jaman, begitupun ketika di lapangan tenis. ckckckck dunia anda terlalu sempit choy…mencari kebahagiaan itu bukan dilihat dari tempatnya, fasilitasnya tapi ciptakan dunia indahmu dimanapun kamu berada.

Disinilah saya banyak belajar untuk survive, saya lebih berani berpetualang ke daerah terpencil, mendaki gunung, trekking, mengemudi sendirian ditengah hutan dimalam hari, menginap di puncak pengunungan di dinginnya musim, berlayar dengan perahu kecil, merasakan serangan tiba-tiba penyakit malaria pas lagi sendirian mengemudi ditengah hutan Sad smile, mendatangi tempat yang tidak biasa, punya banyak teman, dan tingginya tingkat toleransi antar umat beragama.

Yang paling tidak bisa terbayarkan adalah rasa syukur yang saya dapatkan, menghargai hidup, pentingnya pertemanan, dan jalinan komunikasi dengan keluarga.

IMG_0122 edit

Apakah saya pernah merasa sendiri? Alhamdulilah tidak…awalnya mungkin iya karena proses adaptasi. Herannya, kemanapun saya berpindah tempat tinggal, selalu saja ada oranglain yang menganggap saya adalah bagian dari keluarga mereka. Itu yang membuat hati ini betah di NTT.

Mau sampai kapan disini? Saya tidak butuh waktu lama untuk berpikir mau pindah kemana. Pulang ke kampung halaman itu impian tapi tidak harus, tapi ketika ditantang untuk merantau ke daerah lain, Insya Allah masih siap. Tujuh tahun di NTT dengan segala keterbatasan saja, saya masih bisa hidup aman, bahagia dan tentram. Open-mouthed smile

Masih betah di NTT? Alhamdulilah sejak pertama saya kesini, kata-kata yang tidak pernah terucap sekalipun kalau ada yang bertanya demikian yaitu “Tidak”…Saya betah dimanapun saya berpijak.

Kamu tidak takut gempa, kejahatan, disana kan rawan? Kenali dirimu, kenali lingkunganmu. Bertemanlah dengan siapa saja, entah mereka preman, pemabuk, pejabat, nelayan, tua-muda, siap saja…Merekalah yang akan mengubah persepsimu tentang kehidupan, mengajarkan pengalaman dan Insya Allah jika kamu baik, oranglain akan lebih baik. Typical orang NTT yang saya kenali dan berkesan adalah kejujuran mereka. Simpanlah barang bawaanmu dipinggir jalan, cukup tutupi dengan daun pisang diatasnya dan berikan batu sebagian penahan, Insya Allah tidak akan ada yang berani mengambilnya.

Gimana dengan gempa? Setiap getaran dari gempa membuat saya sensitif, NTT adalah daerah rawan gempa dengan rangkaian gugusan gunung api. Saya bahkan sering terbangun tengah malam karena gempa, tempat tidur saya atau jendela bergetar dan sontak lompat dari tempat tidur dan keluar dari kamar. Takut? Tidak, gempa itu ibarat pengingat bahwa kematian bisa datang kapan saja dan dimana saja. Ingatlah selalu kepada Sang Pencipta dimanapun kamu berada.

Alhamdulillah akan jalan hidup yang saya tempuh selama tujuh tahun di Flores. Terimakasih buat seluruh keluarga, sobat kental bahkan kerabat terbaik saya…Saya cinta kalian Open-mouthed smile  Liburan kemana lagi kita? xixixixiix Open-mouthed smile

Fabiayyi alai rabbikuma tukaththiban

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?…QS. Ar-Rahmaan

Comments To This Entry.
  1. Lexi. February 8, 2012 Reply

    Dimana kaki berpijak di situ langit dijunjung,salam sukses selalu.

    • ilhamhimawan February 8, 2012 Reply

      Pak @Lexi : aishss…mantabs lah itu 😀

  2. Ediyanus February 8, 2012 Reply

    Nice Life Story Bro Ilham, inspiratif banget….
    ” Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak “….

    Salam

    • ilhamhimawan February 8, 2012 Reply

      Pak @Ediyanus : thanks, semoga bermanfaat 😀 -Salam-

  3. M. Yazid Cholili February 8, 2012 Reply

    Sangat terharu, bangga dan kagum atas ketabahan dan Kesuksesan anda dalam memerangi sepi, rindu, galau menjadi Tegar dan Semangat…..
    salam dari Jawa semoga Allah melindungi dan meridloi dan Barokah selalu…aamiiin..

    • ilhamhimawan February 8, 2012 Reply

      Pak @M.Yazid Cholili : wah, sampai segitunya Pak…*jadi malu* hehehehe. Terimakasih atas komentar dan doanya. Amien 😀

  4. sukma February 8, 2012 Reply

    jadi terharu membaca story nya
    tetap semangat ya dek,pasti akan indah pada waktunya

    makin bersyukur seseorang, makin besar nikmat yang akan Tuhan berikan

    • ilhamhimawan February 8, 2012 Reply

      Menyentuh sekali yah ceritanya? sampai kak Sukma terharu…xixixixixi Makasih yah dah komentar. 😀

  5. munawwir February 8, 2012 Reply

    Bersyukurlah… Tdk semua diberikan kesempatan sperti himawan…rasanya kepingin juga brkunjung ke sana… Indahnya Indonesia yg kaya dg bhinneka tunggal ika… Smoga sukses selalu, aamiin??

    • ilhamhimawan February 8, 2012 Reply

      Pak @Munawwir : Alhamdulillah masih diberi kesempatan bersyukur 😀 . Iya Indonesia itu sangat indah Pak 😀

  6. BaSeZ February 8, 2012 Reply

    Saya orang Ende – NTT saja belum tentu mampu menggambarkan dengan lugas bagaimana hidup berdampingan dengan Kerabat dan rekan se-suku saya. Nice Love Life Story ^^
    BaSeZ´s last blog post ..Cermin Wanita Indonesia (^^)

    • ilhamhimawan February 8, 2012 Reply

      Makasih yah kunjungannya…xixixi mohon dibenarkan klo ternyata persepsi saya diatas salah loh 😀

  7. tuteh February 8, 2012 Reply

    Aaaiihhhh dan kamu *tunjuk hidung Ilham*, iya, kamu… punya keluarga besar di sini yang siap menampung semua keluh kesah dengan kegilaan sehingga keluh kesah itu berubah jadi sesuatu yang aneh untuk dikeluh-kesahkan dan akhirnya nggak mau berkeluh kesah lagi *apaan ini bahasanya ngaco* 😀 sekali lagi nulis keluh kesah digampar deh sayah ini hahahahaha *kabur*

    Selamat 7 tahun di Flores, Ham *kedip*

    Ende memang tidak punya tempat hiburan tapi semua sudut di Ende adalah hiburan yang tidak ditemui di sembarang tempat 😀 *lebaynisasi*
    tuteh´s last blog post ..Flores Is Nirvana

  8. Eddie February 9, 2012 Reply

    Flores akan selalu berkesan untuk siapa saja yang pernah menginjakkan kakinya di sini. keramah-tamahan penduduknya adalah hal lumrah di sepanjang pulau ini. dari ujung barat ke ujung timur yang membuat orang flores terlihat sama itu adalah senyum tulusnya ketika menyambut tamu. hehehehe….

  9. ilhamhimawan February 9, 2012 Reply

    @Tuteh : Iya benar Tuteh memang keluarga BESAR!!! 😀 xixixixi *damai ah*

  10. ilhamhimawan February 9, 2012 Reply

    @Eddie : Eh ada yg bilang nih…katanya klo dah pernah minum air di tanah Flores, berarti suatu saat akan selalu kangen Flores dan pengennya datang lagi dan lagi….

  11. tuteh February 13, 2012 Reply

    Hahahaha jadi ingat itu 2 jam naruh tab ditutupi daun pisang 😀 *sambil nyanyi memori daun pisang* wkwkwkwkwkwk ;))
    tuteh´s last blog post ..Flores Is Nirvana

    • ilhamhimawan February 13, 2012 Reply

      hushh…ngapain juga simpan GNote dibawah pisang 😀

  12. no limit adventure March 9, 2012 Reply

    salm sukses selalu 🙂
    no limit adventure´s last blog post ..Outbound Traning di Malang – PT. KA Indonesia di Wisata Coban Rodo Batu Malang

Leave a comment

CommentLuv badge

Get Adobe Flash player