Stories

Grass roots understanding of the experience

Mendapatkan pengalaman berharga itu, ternyata tidak mudah kawan!. Sama seperti ketika jaman sekolah dahulu, kita belajar dengan sekuat energi namun belum tahu akan dibawa kemana ilmu tersebut. Sampai suatu ketika, kita terhalang oleh tembok besar namun kaki ini ingin terus melangkah. Hanya bisa melangkah jikalau kita melewati tembok tersebut. Sekuat tenaga dan pikiran dikumpulkan untuk menemukan jalan keluar.

Ada satu cara melaluinya. Cara tersebut ternyata sesuatu yang belum pernah saya temukan sebelumnya. Inilah mungkin yang disebut inovasi oleh banyak orang. Inovasi tidak selalu bersifat ilmiah, ‘makanan’ khas orang-orang yang bergelut di bidang eksakta. Inovasi adalah hal yang memudahkan hidup.Ninja

Setelah saya berjalan semakin jauh, saya memutuskan untuk berisitirahat sejenak dan berbalik pandangan ke arah belakang. Tanpa saya sadari, jejak langkah yang hanya berupa noktah kecil yang terbentuk tidak beraturan, kini tampak samar seperti suatu jalan panjang walau berkelok.

Itulah gambaran yang terekam dalam ingatan saya, membandingkan masa kini dan masa yang akan datang. Anak kecil juga tahu, saya tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi dimasa depan. Namun saya yakin bisa menghadapi masa depan, dengan belajar dari pengalaman masa lampau, dan dari ucapan orang yang lebih tua.

Saya sadari, saya dulu pernah membantah apa yang dikatakan orang yang lebih tua bahwa perkataan mereka belum tentu benar adanya, sebelum saya betul-betul merasakan dan membandingkannya. Itulah mengapa manusia diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut, agar kita mau lebih banyak mendengarkan dahulu, kemudian mengerti, dan barulah kita bisa berucap.

Pagi ini, saya pun menuliskan tweet yang satu ini :

setelah hampir dua tahun disini, akhirnya saya mengerti apa yang terjadi dan dirasakan orang lain, lima tahun yang lalu – linimasa ke 1993, 19 Mar 2012-

Saya mengingat kelakuan saya disuatu tempat kepada oranglain, kadang menganggapnya mereka tidak mampu melakukan suatu hal dengan baik walau sederhana. Akibat fatal-nya adalah saya pun merasa diri lebih hebat. Harap maklum, mungkin efek adrenalin masa muda.

Hingga saya pun berada di tempat dan posisi sama rata dengan orang lain tersebut. Benar, bahwa mereka bukannya tidak mampu, namun kurang motivasi dari tempat lain, kurang komunikasi, kurang dukungan, kurang didengarkan dan akhirnya masa memaksanya tampak jenuh dan cuek.

Menghadapi hal semacam ini mengajarkan saya belajar menempatkan diri sebagai objek dan mau mengerti kondisi orang lain, istilah kerennya grass root understanding.

Setelah saya merasakan sebagian suasana masa lalu dan masa kini, barulah bisa saya menyimpulkan seperti apa yang orang lain rasakan. Saya belajar untuk tidak mengeluh. Kata orang hebat, inilah bentuk pembelajaran tentang kepemimpinan yang dapat dipelajari dari pengalaman hidup. Kepemimpinan bagi diri saya sendiri.

Leave a comment

CommentLuv badge
Get Adobe Flash player