Stories

Pertemuan hati, bulan Juni

[01.06.12] Angin malam masih sangat dingin ukuran suhu tubuhku. Hujan memang masih sering turun di Ende belakangan ini. Langkah kakiku tidak bersemangat, raut mukaku tampak letih, bahkan potongan rambut dan kumis yang hampir sebulan tak kunjung ku rapikan. Enggan rasanya bibir ini mengucap kata jenuh, walau sesekali seperti tidak ada tenaga lagi menyentuh buku, raket, obeng, bahkan pena yang biasanya membuat ku bersemangat.

[01.06.12] Soekarno juga pernah merenung, dibawah pohon sukun dengan segala kegalauannya tentang negerinya. Ia jauh, Ia terkurung, namun Ia memiliki mimpi besar. Soekarno 67 tahun yang lalu disini, di Ende, dibawah pohon sukun ini melahirkan ide Pancasila.

[01.06.12] Tidak seperti Soekarno, kedatangan ku dua tahun yang lalu di kota pengasingan beliau. Kini bagi ku bukanlah tempat terasing, ‘rumah ketiga’ bagi tanah yang ku pijaki. Dua tahun lah saya disini.

[01.06.12] Negeri yang membuat negeri bagi Soekarno terjajah, negeri yang merenggut kekayaan bangsa kita kala itu. “Negeri van Oranje”, Negerinya tanah-tanah datar, Belanda. Novel yang saya selesaikan hari ini, yang menceritakan suka dan dukanya para pemburu beasiswa. Cerita sederhana yang membawa saya berpetualang ditiap lembarnya, berjalan kaki, naik sepeda, sesekali naik pesawat.

[01.06.12] Setiap perjalanan waktu, setiap mimpi orang-orang besar tidak akan mencatatkan kata “ada masa ada akal” dalam kamusnya. Bahkan ada banyak pengorbanan dari satu mimpi yang berhasil. Hiduplah dengan terencana.

[01.06.12] June is named after the Roman goddess Juno who was the wife of Jupiter. Dan seorang teman saya di-facebook berkomentar tentang status ini “and Juno is the goddess of marriage…that’s why some people think June is the perfect month for marriage…”. Sobat ku ada yang menikah bulan ini, Insya Allah saya bisa menghadirinya.

Kurebahkan badan ini dikursi biru yang usang, sesekali menatap bayang-bayang burung yang berusaha membuat sarangnya dari jerami dilubang atap ruangan ini. Cuaca masih cukup indah, masih ada harapan bagi hati. Tak pantas aku letih hanya karena kelakuan yang tidak sesuai pemikiranku. Sampai suatu ketika aku menemukan hati yang kembali mencerahkan.

certainly, travel is more that the seeing of sights. It’s a change that goes on, deep, & permanent in the ideas of living” – Miriam Beard –

*ditulis sesaat sebelum packing mudik*

Comments To This Entry.
  1. lestariledy February 15, 2013 Reply

    thumb

Leave a comment

CommentLuv badge

Get Adobe Flash player