[IM-HAN] Surat untuk Anak Indonesia

[quote]Tulisan ini telah memenangkan Mini Kompetisi Indonesia Mengajar – Hari Anak Nasional[/quote]

[highlight]Yang saya banggakan[/highlight],

[highlight]Anak-anak Indonesia di Bumi Nusantara[/highlight]

Hai, anak-anak yang bersemangat dan berprestasi dimanapun kalian berada di Negeri Indonesia yang tercinta ini. Bagaimana kabarmu disana? Saya berharap kamu baik-baik saja dan tetap bersemangat meraih cita-cita mu. Perkenalkan, saya Ilham Himawan lahir, di Kota Makassar dan kini menetap di Kota Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jika kamu membuka peta, Pulau Flores berada di wilayah tengah Indonesia, posisinya tepat dibawah Pulau Sulawesi. Kata “Flores” berasal dari bahasa Portugis yang berarti “Flower” atau Bunga. Mungkin dinamakan seperti ini karena keindahan alamnya ibarat bunga.

Saya dahulu ke sekolah berjalan kaki, jika banjir saya menenteng sepatu melalui pematang sawah, dan melewati gang-gang. Sepulang sekolah bersama teman-teman saya biasanya menyempatkan singgah di pasar khusus binatang. Ada burung nuri yang bulunya indah, ada kelinci, ada bunglon yang warna kulitnya bisa berubah-ubah, ada juga ular yang menyeramkan.

Anak-anak di Flores berangkat sekolah dengan menumpang truk

Tahukah kamu, dulu saya anak yang pemalu. Malu untuk banyak berbicara. Malu tampil di depan kelas. Sewaktu masih kelas 2 SD, saya diantar saudara perempuan saya ke sekolah. Kakak saya memperhatikan dari pintu didepan kelas. Bu Guru mengajukan pertanyaan matematika, saya bisa menjawabnya tapi takut salah. Sesekali saya melihat ke pintu kelas, melihat kakak saya. Dia terlihat mau marah kalau saya tidak mengangkat tangan untuk menjawab soal dari Bu Guru. Saya akhirnya memberanikan diri maju ke depan kelas dan mendapat pujian dari Bu Guru. Sejak saat itu saya mulai berani. Berani ikut pertandingan mata pelajaran antar kelas, dan berani ikut lomba puisi. Saya pernah ikut lomba 17 agustus-an, saya mengikuti semua lombanya. Betapa senangnya ketika pulang ke rumah dengan hadiah yang menumpuk, ternyata isinya banyak yang sama, ada sarung, ada buku, ada Al-Quran. Saya bahagia bisa punya sarung untuk beribadah hasil dari perjuanganku.

Nah, “Akan jadi apa saya suatu saat nanti?”. Saya berbercita-cita ingin mempunyai pekerjaan yang lebih baik dari orangtua. Sejak SD saya bercita-cita ingin jadi Astronot, yaitu orang yang menjadi awak pesawat antariksa yang berangkat ke Bulan untuk menjalankan sebuah tugas. Saya membaca buku IPA tentang kehidupan di Bulan, bagaimana orang bisa kesana. Ternyata di Bulan tidak ada kehidupan. Akhirnya saya mengubah cita-cita ingin menjadi seorang Pilot yaitu orang yang mengemudi pesawat. Saya ingin terbang menembus angkasa dan bebas berkeliling dunia.

Bulan yang terlihat di langit Ende

Seiring berjalannya waktu, saya melanjutkan sekolah ke SMP. Kami diajarkan pelajaran Fisika, ilmu tentang gejala alam dan benda tidak hidup. Kami belajar bagaimana lampu bisa menyala, benda bisa bergerak, bola bisa terpental, benda-benda diruang angkasa, dan banyak lagi. Akhirnya saya mengubah mimpi saya lagi, ingin menjadi ilmuan, seseorang yang ahli di bidang ilmu Fisika.

Oh iya, Apakah kamu suka membaca? Saya senang membaca buku apa saja, asalkan bermanfaat. Orang bilang buku adalah jendela dunia. Kita bisa kemana saja hanya dengan membaca buku. Jadi, Saya pernah membongkar gudang di sekolah, ternyata disana ada banyak buku tapi sudah usang. Saya susun buku itu satu per satu, saya hilangkan debunya, dan meluangkan waktu membaca di jam istirahat. Sepulang sekolah, saya sering ke perpustakaan naik sepeda. Saya baru mau pulang kalau sudah hampir diusir oleh petugasnya karena sudah mau ditutup. Saya senang ke perpustakaan, bukunya banyak, lemarinya tinggi dan harus pakai tangga untuk bisa mengambil buku di rak paling atas. Saya senang membaca buku cerita tentang penemu pesawat terbang yaitu Wright bersaudara, kisah Alexander Graham Bell yang menciptakan telepon pertama kali dan banyak lagi. Saya berharap kalau suatu saat punya uang sendiri, saya ingin membeli buku dan membacanya. Kalau sudah punya banyak buku, saya ingin membuat perpustakaan yang bisa dibaca oleh anak-anak sekitar. Doakan yah, semoga berhasil 🙂

Saya juga suka membaca berarti saya pun suka menulis. Menulis kegiatan sekolah, pengalaman berlibur, dan menulis surat untuk sahabat pena. Dan tahukah kamu? Saya tiba-tiba ingin mengubah cita-cita lagi, saya ingin jadi pewarta berita. Orang yang menulis berita di koran dan mewawancarai nara sumber, karena saya senang berkenalan dengan orang baru dan mendengarkan cerita pengalaman mereka.

Ternyata saya punya banyak cita-cita yah…mimpiku selalu berubah-ubah. Mau kah kalian tahu, jadi apakah saya sekarang? Lihatlah saya kini, saya adalah mimpi yang dulu saya bangun. Saya sekarang bekerja di perusahaan telekomunikasi. Pekerjaan saya berhubungan dengan ilmu fisika dan teknologi. Saya suka mengutak-atik komponen listrik, bekerja menggunakan komputer dan pekerjaan saya juga berhubungan dengan teknologi Satelit. Satelit itu adalah benda buatan manusia yang diterbangkan ke angkasa untuk membantu hubungan telepon didaerah terpencil. Jadi….walau saya tidak jadi astronot ataupun pilot, pekerjaan saya tetap berhubungan dengan ilmu fisika, dan benda di angkasa. Dan satu hal lagi, karena  saya senang menulis, tulisan surat ini akhirnya bisa kamu baca.

Coba deh kalian memperhatikan burung yang beterbangan di pagi hari. Mereka terbang meninggalkan sarangnya untuk mencari makan. Mereka tidak takut tersesat. Mereka tidak takut terbang dan menabrak jendela. Mereka tidak takut diterkam kucing. Mereka mencari makan karena ingin bertahan hidup. Tapi jangan khawatir, mereka pandai, mereka tahu kemana mereka akan kembali. Mereka akan kembali ke tempat yang mereka kenali. Mereka akan kembali ke rumah mereka.

Seperti itulah ibarat mewujudkan mimpi. Kita harus berani. Berani berpetualang di dunia pengetahuan. Kita harus selalu merasa lapar, lapar akan ilmu pengetahuan, sehingga kita berani pergi mencari ilmu untuk kehidupan yang lebih baik.

Tulisan saya sangat panjang, semoga kamu senang membacanya. Sampai bertemu disalah satu dari 13.487 ribu pulau di Indonesia, atau mungkin suatu saat nanti kita akan bertemu di Negara lain dibelahan dunia lain, hanya karena mimpi.

Salam hangat dan keakraban dari saya. Kawanmu yang lebih dahulu dewasa.

Ilham Himawan

*ditulis dimalam yang hening, di Kota tempat dahulu Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno diasingkan oleh Belanda. Iya, di Kota Ende, Pulau Flores.

18 Comments:

  1. Keren bgt kak, saya juga orang makassar 🙂 nangis ka baca ki surat ta *limajempol*

  2. Maafkan saya telah membuat kalian terharu…hehehehehe Makasih yah sdah membaca dan berkomentar 🙂

  3. Subhanallah….
    Saya langsung kagum dengan Flores.
    *ingin menginjakkan kaki disana
    ^^

  4. smoga bisa jadi inspirasi buat anak indonesia…kayaknya pengen juga berbagi cerita nih heheheheh

  5. Ternyata tidak ada yang salah dari banyak impian.
    Itu akan memperkaya kita pada saat kita berhenti di satu titik dan pada saat kita berkarya disitu.. karena kita sudah punya banyak senjata untuk berkarya di satu titik itu.. 🙂

  6. @Ismi : Iya….berkunjunglah…kenali negerimu, cintai negerimu 😉

  7. @Marlah : makanya ngeblog Bu…

  8. @Ibrena : Hai Ibrena, thanks dah berkunjung…Apakah ada ketakutan menyusun mimpi? Mimpi seperti alat bantu tujuan hidup berikutnya 😉

  9. kereen kak..

  10. makasih yah 🙂

  11. kereeeeeeeeeeeeeeeeeeen…. i like ^__^
    tini´s last blog post ..Ternyata masih "semu" blm pasti.

  12. berhasil tidak harus orangtua kita memiliki fasilitas belajar yang memadai tapi keberhasilan adalah buah perjuangan kita mengalahkan nasib mengalahkan keterbatasan selamat dan terus berjuang mewujudkan mimpi-mimpi

  13. terima kasih kak. sangat menggugah dan mengingatkan kami. terima kasih kak. salam untuk Flores

  14. Keren…
    Gmn ya klo g hobby baca, g hobby nulis
    Ops, tapi hobby mengamati
    *angguk2 sok ngerti

  15. Salut fren……..
    kisah hidup yang bermakna
    terima kasih sudah berbagi cerita
    tetap semangat….& SMILE

  16. Hai, Eka, thanks yah sudah membaca, cuma cerita remeh temeh semoga bermanfaat jika dibaca 🙂

  17. Saya akan menyuruh anak saya membaca surat ini, agar mereka belajar menghargai dan mensyukuri hidup. Terimakasih semoga menjadi inspirasi untuk semua.
    syukur´s last blog post ..Penyebab Penyakit Kulit Psoriasis

  18. inspiratif sekali ceritanya Mas 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.

CommentLuv badge