Stories

Hendak dibawa kemana…?

Forever young, i want to be forever young…Do you really want to live forever, forever forever…

Alunan lagu lawas dari Alphaville terdengar saat beberapa potong kentang goreng hampir habis, dan sejenak saya pun meneguk lemon tea. Saya agak canggung ke warung semacam ini sebenarnya, kemarin sudah saya datangi dan hari ini, lagi!. Beberapa warung makan sudah tutup, dan saya tidak senang mencoba-coba menu baru di tempat yang baru. Biasanya saya merasa menyesal membayar makanan jika rasa tidak sesuai harganya dan karena minggu adalah waktu libur untuk menanak nasi dirumah. Okay….kenapa lagu ini bisa tepat yah? Bolehlah kalau saya mengatakan lagu ini jadi soundtrack of my life hari ini.

Gambar dari koleksi smashing magazine

Pernah gak merasa ada suatu masa dalam hidup mu, dimana kamu memiliki kekhatiran positif yang berlebihan? What? Khawatiran positif istilahku. Saya merasakannya kini…

Mungkin ini yang dikatakan pembawaan usia, masalah yang sesuai waktunya *halah*. Seketika jari ku gunakan untuk menghitung, *hening* .Berapa tahun telah saya lalui disini? Apa yang sudah saya capai? Nanti di usia ke sekian saya harusnya sudah ini…sudah itu…

Lah, kenapa di usia sebelumnya saya tidak merealisasikannya?, agar kini saya tidak memikirkannya lagi. Ternyata ada masa nya…iya masa dimana saya baru menemukan jalur yang harus saya tempuh dari sekian banyak pilihan-pilihan.

Bahkan anehnya, kekhawatiran yang saya pikirkan itu, melintas menjadi satu tahun lebih cepat, seakan tahun berikutnya telah terjadi kini…walau dalam khayalan.

Kamu khawatir diusia nanti belum nikah yah?…

Mhmm…hahaha…sotoy deh

Satu hal lagi, katanya usia bertambah berarti kemampuan mengingat kita pun menjadi menurun, eh? Saya masih diusia 20 an loh…20 an kategori madya 😀 . Saya berbicara memory karena beberapa hari ini saya teringat satu periode peristiwa beserta manusia yang diterlibat disana. Saya menjadi heran, setiap adegan peristiwa itu saya sangat ingat betul, tapi saya lupa siapa nama pemain figuran dalam adegan itu? Bukan pemain utamanya sih, cuma figuran…iseng-iseng uji daya ingat…Nah…loh…konon katanya, pemeran figuran itu punya tabiat yang kurang saya senangi, jadi namanya kurang bisa saya ingat berlama-lama *tega sekali*

Saya coba lagi, yang paling mudah deh, mengingat nama pemeran sebuah acara reality show memasak di TV, yang setiap minggu malam saya tonton. Nama chef yang ini kok aku lupa yah? Siapa yah? Lama baru ngeh…ohhh…ohhh inikah memory yang menurun seiring bertambahnya usia?

Belum tentu…

Banyak tanda tanya di postingan kali ini, saya sering mempertanyakan kembali ke diri saya. Hingga berusaha membuat jawaban yang sebisa mungkin berusaha kuarahkan ke suatu pemikiranan yang tidak memojokkan. Enggan ah, menyalahkan diri sendiri…hehehehe

Okay, mari kita jawab…

Usia kini baru menginjak 26 tahun, kurang lebih sebulan yang lalu. Tapi dibenak saya sebentar lagi usia menjadi 27 tahun.

Tapi kan masih 10 bulan lagi?

10 bulan itu cepat loh…Harusnya usia ini saya sudah mencapai sekian banyak hal dari apa yang pernah saya bayangkan ketika termenung di usia masih sekolah dasar.

*Kembali bertanya ke diri sendiri…*

”Kemana aja lo, selama ini?” Usia 22…kamu ngapain? Usia 24 kamu ngapain?

Baiklah saya menjawabnya lagi…Usia segitu saya masih mencari jalan yang terbuka dari ujung jalan yang sudah lama terbayangkan. Saya gak diam ditempat, walau tidak berlari, minimal saya berusaha ngesot….hihihihi…Diusia segitu proses belajar, dan masa transisi dari dewasa muda ke dewasa…ehem..madya. Saya sudah berusaha mencoba. Ada kegagalan disana. Karena semua butuh waktu, ada waktu saya yang juga terbuang.

Tapi kini, sebagian jalan yang dicari telah ditemukan, selanjutnya menapakinya. Tapi sayangnya ada beberapa jalan yang harus ditapaki bersama, karena ujungnya pun akan bertemu kemudian.

Emang kamu mampu? Laki-laki tidak mempunyai kemampuan multitasking loh, sedangkan disisi lain waktumu terbatas?…

Solusinya mungkin saya yang tidak membiarkan diri terlena pada hal yang membuang-buang waktuku. Menghindari dulu kesenangan yang sia-sia.

Tapi bukannya kamu membatasi diri? Gak asik loh klo mengekang diri entar cepat stress loh…perlu juga tuh namanya work life balance

Mhm…kebetulan yang saya jalani kini adalah hal yang saya senangi, bahkan ingin segera diselesaikan. Balance kok *memaksa membenarkan diri*, karena olah raga juga jadi bagian pencapaian tersebut, olah ruh juga gitu, olah rasa ada diantaranya…olah rasio? Sudah tentu menyertainya 😀 *Jadi ingat kata-kata seseorang tentang 4R ini*

Ahhh…kamu memang pemimpi dan pemikir yah, pantesan kurusan…heheheh

ohhh…gitu yah 😛  beri saya waktu menyelesaikan pemikiran ini dan mimpi itu. Kalau tercapai baru deh kita menyusun mimpi yang baru lagi.

Kamu gak takut gagal klo mimpi atau pencapaianmu itu tidak sesuai harapanmu?

Saya pernah merasakan gagal kok, dan ternyata klo kita gagal dari 10 langkah, minimal kita masih punya kesempatan berjuang untuk langkah ke 11. *berusaha membesarkan hati* Agak-agak khawatir juga sih, tapi biasanya ada pelajaran berharga…katanya si anu 😀

Baiklah, saya tidak ingin lagi mempertanyakanmu, lanjut kan saja dan sampai bertemu. Semoga saya mendengar kabar menarik dari setiap pencapaianmu itu…hufuuuf

See ya 😀

Anggaplah yang ditemani ngobrol diatas adalah mbak Siri si Iphone. hehehhe

Ini namanya postingan tak terduga, yang muncul seketika dan meledak-ledak, sedangkan postingan yang terstruktur dan disusun rapih dengan naluri perfeksionis masih nyangkut tuh di draft. Mungkin lebih banyak dari jumlah yang telah di publish. Salah saya? 😀

Ini lirik lanjutan lagunya si Alphaville

…Forever young, i want to be forever young
Do you really want to live forever
Forever young

Some are like water, some are like the heat
Some are a melody and some are the beat
Sooner or later they all will be gone
Why don’t they stay young
It’s so hard to get old without a cause
I don’t want to perish like a fading horse
Youth is like diamonds in the sun
And diamonds are forever
So many adventures couldn’t happen today
So many songs we forgot to play
So many dreams are swinging out of the blue
We let them come true

Terlepas dari apa yang saya impikan yang hendak saya gapai…saya tetap teringat bahwa…

Usia semakin senja, raga telah memberi tanda, mengingatkan jiwa untuk bersiap.
Usia berbisik hendak berpamit…Hanya saja…Aku tak tahu, kapan waktuku tiba?

Demi malaikat yang mencabut nyawa dengan keras,

Demi malaikat yang mencabut nyawa dengan lembut.

Persiapkan jiwa menghadap Rabb-Nya…

Allahu al-Mumiitu : Allah yang Maha mematikan (An-Naaziat : 1-2)

 

Comments To This Entry.
  1. Dhymalk dhykTa November 24, 2012 Reply

    sepertinya engkau galau kawan…
    tahun lalu sy juga sempat merenungi itu dan jawabannya tahun ini adalah menikah..
    Kehidupan terbuka cakrawalanya, doa2 diijabah dan langkah semakin mantap menuju khittahnya
    Dhymalk dhykTa´s last blog post ..Jangan Asal BC kawan

Leave a comment

CommentLuv badge

Get Adobe Flash player