Manisnya kata “Apresiasi”

Kata ini sederhana, menarik, dan bahkan bisa menggugah akal dan selera #eh >.< , membuat anda yang mendengarnya seakan diajak untuk berekspektasi berlebihan. Apresiasi berarti penghargaan terhadap nilai sesuatu, atau arti lainnya secara leksikografis, kata apresiasi berasal dari bahasa Inggris apreciation, yang berasal dari kata kerja to Apreciate, yang menurut kamus Oxford  berarti to judge value of; understand or enjoy fully in the right way; dan menurut kamus webstern adalah to estimate the  quality of to estimate rightly to be sensitively aware of. Jadi secara umum me-apresiasi adalah mengerti serta sadar sepenuhnya, sehingga mampu menilai secara semestinya.

Both Hands Clapping

[typography font=”Neucha” size=”15″ size_format=”px”]Bukankah itu hanyalah sebuah arti kata, selayaknya kata-kata yang lain?[/typography]

Iya benar, apresiasi adalah bagian dari seni bahasa, namun penempatan yang salah membuat struktur maksud komunikasi menjadi berubah. Hasil pengamatan saya pribadi, penggunaan kata ini sering dilontarkan oleh telemarketer atau petugas customer care online. Saya beri contoh penggunaan kata ini oleh sebagian dari mereka;

[quote]“Sebagai bentuk apresiasi, kami dari pihak ………bermaksud memberikan kesempatan kepada anda untuk mendapatkan penghargaan kami dengan berlangganan…./atau mendapatkan paket…..”[/quote]

Nah, bisa saja si pendengar langsung berkata dalam hati “Wow….saya diberikan penghargaan oleh si penelpon itu…, sesuatu banget yah…saya harus mengambil kesempatan berharga ini” *bayangkan gaya Fitri Tropika mengucapkan kalimat ini* 😛

Yang menjadi masalah, jika “penghargaan” tersebut tidak sepenuhnya memberikan keberuntungan yang memang anda butuhkan.

[quote]”Loh, bukankah keberuntungan memang memberikan keuntungan sepenuhnya?”[/quote]

Menurut saya tidak sepenuhnya…

Contoh kasus :

Suatu pagi si A mendapatkan telepon bahwa sebagai bentuk “apresiasi” sebagai pengguna kartu layanan selular, maka si A berhak menjadi pelanggan kelas atas dari service provider X. Mendengar kata “apresiasi” tersebut tentu si A akan membayangkan atau membuat ekspektasi sendiri bahwa mendapatkan banyak keuntungan jika mengambil kesempatan tersebut. Namun jika ditelisik lebih detil, apakah tawaran tersebut memang benar-benar si A butuhkan?, bisa jadi si A akan mengeluarkan budget berlebih dari biasanya untuk membayar layanan kelas atas yang ditawarkan itu.

Kasus lainnya oleh si B, mungkin bisa dikatakan lebih beruntung.

Seperti biasanya Si B mengecek email saat rehat siang di kantor, tiba-tiba mendapatkan sebuah email yang menyatakan bahwa, Si B terpilih sebagai pelanggan terbaik dan sebagai bentuk “apresiasi” penyelenggara, maka si B mendapatkan penghargaan berupa hadiah yang belum pernah diterima sebelumnya, yaitu biaya perjalanan kesebuah destinasi Wisata luar negeri. Namun lagi-lagi jika ditelisik lebih detil, ternyata hadiah tersebut hanya menanggung sebagian dari biaya yang seharusnya. Biaya yang tidak ter-cover seperti biaya pengurusan surat-surat perjalanan, biaya transportasi dari penginapan ke tempat Wisata tersebut dan hal remeh temeh lainnya. Tanpa disadari, jika mengambil keberuntungan tersebut, si B bisa saja malah akan mengeluarkan budget yang berlebih dari yang dibutuhkan.

Ini semua benar adanya, bahkan diselenggarakan oleh pihak yang legal, hanya saja masih tidak memberikan penghargaan itu sepenuhnya, dalam artian tidak perlu lagi harus membebani si pelanggan yang mendapatkan apresiasi ini dengan tetek bengek yang harus ditanggung.  Loh ini berarti Ngarep.com, dong!

Okelah, wajar! Karena apresiasi ini tidak membutuhkan effort berlebih dari si A dan si B laikknya sebuah kompetisi atau pertandingan, tapi toh tanpa apresiasi inipun si A dan si B seharusnya masih bisa menjalani kehidupannya seperti biasa. Tapi namanya juga manusia yah…boleh dong kalo ngarep 😀

[typography font=”Neucha” size=”15″ size_format=”px”]Terus, cara menghadapinya bagaimana, kaka?[/typography]

Kembalikan ke anda masing-masing, apakah bentuk “apresiasi” tersebut memang benar-benar anda “BUTUHKAN” bukan sesuatu yang anda “INGINKAN”.

Untuk mengurangi keraguan, carilah panduan, referensi lainnya di internet tentang jenis”apresiasi” yang ditawarkan tersebut, dan bandingkan dengan kebutuhan anda yang sebenarnya. Boleh kok, menolaknya dengan alasan akan mengecek website nya dulu, akan membaca aturan yang berlaku, dan alasan lainnya.

[box]Pesan moral :

Manusiawi kalau kita tergiur dengan tawaran manis pengguna kata “apresiasi” yang bisa saja melalui telepon, email atau bahkan bertemu langsung, tapi pastikan mereka adalah pihak legal.

Carilah referensi di banyak media tentang tawaran “apresiasi” tersebut atau tanyakan ke kawan dan kerabat terdekat.

Jika anda tidak mengeluarkan “usaha” berlebih untuk mencapainya, jangan menanamkan ekspektasi yang berlebihan pula. Hiduplah secara wajar!

Kata “apresiasi” diatas akan berbeda jika digunakan dalam konteks apresiasi seni.

:)[/box]

 

 

 

 

2 Comments:

  1. Betul-betul …..hehe tau bangets

  2. Apresiasi bisa diartikan memaksan secara halus
    syukur´s last blog post ..Penyebab Penyakit Kulit Psoriasis

Leave a Reply

Your email address will not be published.

CommentLuv badge