Stories

EdisiSunting#2 “CD Jungkir balik”

Tadi sore, seperti sore-sore yang kemarin selalu menjadi waktu yg sangat mendapat perhatian lebih bagi saya. Disaat bersamaan mulutku kadang diam beribu bahasa, otakku mulai beradu argumen tidak karuan, tapi gairahku memuncak loh. 😀

Ini semua karena dorongan dari dalam, ‘naga-naga’ yg bersemayam di dinding perutku sering berkecamuk, yang berakibat fatal jika keinginannya tidak dipenuhi yang kadang membuat diriku sering terpuruk. Moment ini saya menyebutnya adalah lapar sore.

homer-simpson-asleep-at-work

Tidak perlu berlama-lama, tancap gas dan menyusuri jalan Kelimutu Kota Ende. Sebagai pengendara yang baik dan menjadi pelopor berkendara dilalu lintas *halah*…menggunakan helm adalah yang utama  *yah iyalah, semua orang juga tahu*. Bukan itu!…Pengendara yg baik harus menyelaraskan antara intuisi dan kecakapan. *Apa lagi ini?*. Begini ceritanya, disaat mengendara saya merasakan keganjilan yang mengganggu konsentrasiku, adalah kelabilan goncangan, lebih mirip goyangan itik sebenarnya #eh?. Saya tidak bisa membiarkan hal ini berlarut-larut. Usai membeli roti, saya memperkirakan ban motor belakang bocor, bocor lagi sejak dua minggu terakhir di tambal. Beruntungnya bengkel tepat disamping kedai roti, hanya mendorong motor selemparan batu, dan sampailah saya…

“Oom, tolong di cek yah, kayaknya bocor deh”

“Baik mas”. Wajah saya serupa mas2 gitu? . Tidak kah kau mau menyapaku dengan Daeng saja?. Baiklah jika itu maumu.

Saya pun duduk dibangku, meletakkan helm, mengeluarkan benda bersignal, sambil memperhatikan teknik utak-atik mereka kepada ban motorku yang terkasih.

Alih-alih memperhatikan tekniknya, mata ku sedikit terganggu oleh apa yang terlihat digambar dibawah, lebih tepatnya menyilaukan, yang ternyata memunculkan cerita baru. Apakah kamu merasakan hal yang sama?

IMG_20130924_214214

Sebelum saya bercerita panjang lebar, coba anda perhatikan dengan seksama, apa yang ganjil dari foto diatas?

Sambil menunggu anda mencari. Saya mau menceritakan asal usilnya. Saya berteman dengan tuteh sudah lama. Kita sudah akrab sebelum benar-benar dipertemukan diajang tali kasih *halah*, ternyata dia saudara teman kerjaku dulu. Tapi yang tidak banyak orang tahu, kami punya peraturan dalam ngobrol. Suatu topik atau cerita tidak boleh diceritakan berulang. Satu topik sekali cerita. Jika khilaf, tidak segan-segan, saat diantara kita berapi-api bercerita,  kalimat seperti ini akan terlontar “Stop….kita sudah pernah bahas”. Agak tidak sopan memang, tapi ketidaksopanan ini hanya terjadi diantara kami berdua. Untuk itu dibutuhkan kemampuan memori diatas rata-rata *gubrak* terutama dalam mengurai cerita, dalam urusan berhitung kemampuan memori diatas rata-rata ini tidak diberlakukan *ngeles*. Akibat aturan ini, obrolan kita menjadi menarik dan minimal memakan waktu 2 jam lamanya 😀

Terus hubungan gambar dan cerita obrolan itu, dimana?

Sudah menemukan keganjilan foto itu? Coba perhatikan bagian yg menyilaukan berwarna orange, bukankah terlihat label? Bukankah itu seharusnya berada disisi dalam? Jika iya, berarti saya menyebutnya, CD itu jungkir balik.

Ada cerita dibalik ini! Bacalah terus…terus….dan terus…

Sebagian masyarakat NTT masih ada yang menganut paham dinamisme yaitu mempercayai adanya kekuatan gaib pada benda-benda mati seperti batu, walaupun keberadaan agama sudah merasuki setiap sendi-sendi masyarakat *kalimatnya seperti narasi di TVRI Malam* 😀

Dengan kepercayaan seperti itu, sebuah mitos juga menjadi hal lumrah dimasyarakat, salah satunya berhubungan dengan Celana Dalam biasa disingkat CD.

Sebelumnya, saya memohon maaf, tulisan ini tidak bermaksud mengumbar unsur pornografi seperti difoto, berpikiran positif-lah dan jadilah masyarakat yang berbudi luhur. Begitu…! *sambil mengangkat tangan ke depan dada dan jari membentuk angka satu*…super sekali!….

Trend fashion memberi pengaruh terhadap foto diatas. Pria banyak menggunakan pakaian yang sebenarnya satu ukuran lebih rendah dari postur tubuhnya, demi guratan-guratan otot itu terekspos dengan gagahnya, seperti perut sixpack saya #eh. Lain halnya perempuan, biar terlihat lebih slim bak gitar Spanyol. Kita menyebutnya polo shirt, baju lengan pendek masa kini identik dengan panjang baju yang juga sedikit pendek *saya bukan designer, menjelaskannya saja berbelit-belit*. Coba anda bayangkan jika baju lengannya pendek dengan tapi panjang *ahhh, bahasaku ini* dipakai pria saat dibengkel…antara daster dan gaun, lebih miris, kan?.

Jadi pria difoto ini menggunakan baju merah yg cukup junkies alias ketat dan pendek, yang memungkinkan ketika dia jongkok, celana dalamnya akan terekspos pula. Iya hal yang ganjil dari foto itu adalah label celana dalam yang terpapar. Bukankah itu berarti terbalik?.

Topik ini, pernah jadi obrolan bareng tuteh usai menunaikan tugas negaranya melancong di Jawa Barat melalui program ACI *tsah*. Bahwa teman sekamarnya juga menggunakan CD dengan posisi terbalik sama seperti dirinya sebagai warga NTT. Aci teman Tuteh yg ikutan Aci ini *Aci ikut Aci*, beralasan cukup logis, bahwa label celana dalam sangat membuat tidak nyaman dan kadang mengakibatkan iritasi kulit…oke…oke…kita dengar alasan tuteh…apakah cukup logis?.

Tuteh beralasan kalau ini sudah tradisi masyarakat NTT agar terhindar dari ‘guna-guna’ alias santet. Jika tidak percaya tanyakan langsung ke orangnya.

Saya tidak heran jika ada orang yg beralasan menggunakan CD secara jungkir balik, bisa karena kedua alasan diatas bisa juga karena persediaan yang terbatas, hari ini side A besok side B. Biasanya pelancong nih yang kayak gini heheheh. Terserah anda mau menganut paham yang mana. *keep smile*

“Mas, motornya sudah selesai” ucap montirnya. Dalam hatiku berucap, seandainya kamu memanggilku Daeng, mungkin saya akan memberimu bonus piring cantik, sayang! kamu belum beruntung.

“Berapa?”.sambil merogoh dompet yg mulai robek.

“Lima puluh ribu”…

“Hah? Lima puluh ribu?” Nada suaraku meninggi tapi tidak bermaksud marah sebenarnya, hanya mengklarifikasi tapi kadang membuat orang bergetar ketakutan sih *mulai lebay*

“Tadi apa saja? Ganti ban, cabut paku, isi angin, mhmm 45 rb saja” dengan sigap kawannya yg lebih senior mengambil alih pembicaraan.

Aha! Dengan nada suara saja, saya dapat diskon 5000 rupiah 😀

Catatan : Sunting – langSUNg posTING…tidak pakai lama!  😀 …karena cerita singkat itu, kadang menggelitik 

EdisiSunting#1 “Pria botak pun terdiam”

sumber foto : outofbevshead.blogspot.com

Comments To This Entry.
  1. tuteh September 24, 2013 Reply

    Huahahah *maap* saya ngakak dulu karena memang kudu ngakak. Anak ini sekarang kalau mosting bener2 lucuuuukkk gilaaaa 😀

    Ternyata banyak juga yang pakai CD jungir balik. Iye, sejak SD sudah ditanam dogma di koral otak saya sama kakak-kakak sepupu bahwa kalau kita mau ke kampung nenek moyang, pakai CD jungkir balik supaya kalau diguna-guna agar menikah dengan kaum kerabat di kampung itu nggak ‘kena’ kitanya LOL! ;)) saya juga nggak tau sampai di mana mitos ini hanya ya sampai sekarang saya masih pakai CD jungkir balik dan ternyata SAYA TIDAK SENDIRI *muka polos*

    Btw satu hal yang saya catat di sini adalah itu volume suara dan tampang sangar bisa menurunkan harga di bengkel *ngakak* 😀

    Eh, berarti cerita ini nggak boleh masuk dalam daftar obrolan kita nanti loh! *mengingatkan* 😀
    tuteh´s last blog post ..Macet & Mengalah

    • ilhamhimawan September 25, 2013 Reply

      KomenG nya jangan terlalu didramatisir, Bacanya juga jangan pakai hati deh, btw Selamat yah! saya telah mempertemukan kalian yang punya habit sama 😀

  2. indobrad September 24, 2013 Reply

    ohh jadi pas ACI itu ada yg side A side B? #eh
    indobrad´s last blog post ..Masjid Mantingan: Bukti Perpaduan Islam & Budaya Lokal

    • ilhamhimawan September 25, 2013 Reply

      Nah, ini masih bagian dari mitos yang belum pernah terkuak…ada yang mau melakukan penelitian mendalam? 😀

  3. Dedy Isnandar September 25, 2013 Reply

    sempat-sempatnya mengintip CD.. wwkwkwkwkwk

    Ngomong2 masalah ketidaksopanan mengenai hal yang berulang , perasaan dirimu sering juga bilang begitu ke saya “Stop ded, kayaknya pernah kita bahas ini”…
    itu bikin saya berpikir 2 kali untuk mencari topik yang betul-betul baru kalo ketemu dirimu.. hahahahah
    Dedy Isnandar´s last blog post ..Share or Not share

    • ilhamhimawan September 25, 2013 Reply

      Maaf yah saya tidak berniat ngintip tapi ini terekspos didepan mata saya, hanya orang buta yang gak melihat ini apalagi warnanya yang menyilaukan. Oh gitu yah Ded, khilaf berarti yah 😀

  4. Alris September 25, 2013 Reply

    hahaha…daeng teliti juga memperhatikan cd orang lain. ooo…ngono tho di ntt, pakai cd terbalik 🙂
    Alris´s last blog post ..Nostalgia

    • ilhamhimawan September 25, 2013 Reply

      Saya tidak niat memperhatikan, niatnya melihat teknik mereka mereparasi eh ada satu hal yang terlalu mencolok warnanya 😀

  5. Meity Mutiara September 25, 2013 Reply

    CDnya itu emang langsung menarik perhatian ya? hahahahahaha
    Meity Mutiara´s last blog post ..Perjalanan Napak Tilas

  6. bisot September 26, 2013 Reply

    hahahaha ini postingan keluar aslinya ilham yg saya kenal, jadi kayak lagi ngobrol aja huehehehe. stttt itu cd side A side B huehehehe (emangnya kaset?)
    bisot´s last blog post ..Elevator

    • ilhamhimawan September 27, 2013 Reply

      Oh yah? Wah bahaya nih reputasiku bisa menurun 😀

  7. Ragil Duta September 28, 2013 Reply

    hmmm..mulai saat ini saya mau coba pakai celana terbalik. Kalau celana (yang di) dalam saja bisa menolak guna-guna, apalagi celana luar kan ya? Etapi, kalau memakai celana luar secara terbalik, bisa-bisa menolak jodoh juga…bahaya ini.
    Ragil Duta´s last blog post ..Memoligami Ibu Kota

  8. farid nugroho September 28, 2013 Reply

    what!!!! Disana tarif nambal ban 50 juta? Ban apaan tuh?

Leave a comment

CommentLuv badge

Get Adobe Flash player