post Category: Blog31hari, Travelogue, Viva Flores — ilhamhimawan @ 12:45 am — post Comments (1)

Saya kangen kalian…

Sepatu Fila yang alasnya mulai aus tak berstruktur karena tergerus lapisan lantai lapangan tenis…

Bola Dunlop yang mulai gembos karena tak pernah dihentakkan dilantai tenis a.k.a jarang dipakai…

Raket Wilson yang tak pernah kubaluti lilin di senarnya, grip-nya mulai rusak, dan berdebu…

Kaos, Celana pendek, Handuk olahraga yang ber-asrama di lemari, jarang ku cuci setiap hari lagi karena jarang digunakan…

Walah…sudah hampir dua bulan meninggalkan lapangan tenis dan tiga bulan ruangan gym. Serasa bagian hidup ini ada yang hilang. Semua terhalang karena harus sering keluar kota. Saking ingin-nya berolahraga tenis, kadang bela-belain bawa raket tenis ke Denpasar (kalau ke Denpasar). Saya sekarang di Kota Ende, membayangkan mereka (sepatu, raket, bola) hanya berselimut debu di Maumere.

Olahraga bukanlah sebagai beban, ketika kita anggap sebagai gaya hidup sehat, tak ada beban dan kita pun enteng menuju lapangan. Firasatku berada di Ende ini akan lama, bahkan berminggu-minggu.

Berjalan memang bagian olahraga yang kulakuan setiap hari hampir 3 km tapi tidak rutin. Itupun karena tuntutan pekerjaan. Tak mungkin saya berpatokan bahwa hari ini jalan berarti telah olahraga, kapan bisa gemuknya? Apa? Olahraga bikin gemuk?. Iya, percaya deh…

Masalah mulai muncul ketika kembali ke Lapangan atau ruangan gym dan mencoba lari mengejar bola, melakukan forehand, backhand bahkan service tenis akan terasa kaku dan menghasilkan banyak kesalahan. Di gym apalagi, terakhir kali mampu mengangkat beban berat tertentu, mungkin kali ini harus mulai dari beban ringan lagi. Jika saya lakukan, pasti besoknya akan merasakan kesakitan, bahkan jika tidak hati-hati berujung pada cedera.

Oh iya, kembali ke paragraph tiga. Olahraga bikin gemuk. Iya bagi saya. Gemuk disini bukan berarti penuh dengan lemak tapi dengan otot. Tapi kok bisa? Kalau ingat gemuk kok ingat tuteh yah *melirik sadis*. Ganti kata gemuk itu dengan bertambahnya bobot tubuh dan tubuh terasa fit.

Ketika saya memulai olahraga, berarti saya punya kemauan mengisi tubuh ini dengan konsumsi energy yang cukup. Yang kadang kulupakan ketika beraktifitas dengan berkas kantor. Makan terus…berharap pada saat olahraga nantinya tubuh tidak letih karena kekurangan energy. Begitupun dengan konsumsi air putih yang terus menerus tapi tidak menyebabkan kembung. Jangan heran saya sering menenteng botol minuman kemana pun saya berjalan. Botol minumannya pun bukan botol sekali pakai. Dan ini alami laiknya jam biologis, teratur dengan sendirinya. Bagi saya. Entah karena sudah komitmen awal, dan semua terangkum dalam jadwal pola makan.

Begitu kembali berolahraga, tubuh butuh banyak air sebagai pengganti keringat yang hilang, air putih pun menjadi rutin. Ketika makan setelah berolahraga, konsumsi porsi semakin banyak karena efek lapar berlebihan. Untuk masalah istirahat, karena tubuh terasa sangat letih rasa kantuk pun datang lebih cepat, dan tidurlah saya di jam tidur anak bayi. Sebagai imbalan saya bangun lebih pagi dan menghirup udara segar.

Cerita ini ber-alur mundur, ketika kembali dua bulan lalu. Sekarang bagaimana? Itulah yang terpikir. Kota Ende punya fasilitas olahraga yang tidak kalah bagusnya dengan Maumere. Lapangan tenisnya yang terawat, sepertinya hanya satu yang dekat lapangan PERSE itu (Persatuan SepakBola Ende).

Bagaimana komitmen  ini kita galakkan lagi. Rencananya sabtu ini kembali ke Maumere, mengemas semua peralatan olahraga, dan berolahraga ria di Ende.

post Category: Blog31hari, Intermezo — ilhamhimawan @ 9:28 pm — post Comments (5)

Kubuka jendela pagi terus tertawa terbahak-bahak. Selamat Pagi Kota Ende yang sejuk pagi ini dan saya bangun lebih pagi. Kenapa bangun lebih pagi? Dapat telepon dari atasan. Kenapa tertawa terbahak-bahak? Ini nih Melaney Ricardo sama Ichsan di Morning Zone TraxOnSky 101.4 Trax FM Jakarta buat saya tertawa gila. Saya promosikan mereka nih, mereka harus bayar deh…

Gambar dari www.clker.com

Sampailah kegilaan itu disetiap sms-an ke Tuteh sampai waktunya nge-brunch tiba. Bahasan banyolan kami mulai dari lagu mellow yang mengganggu mood, Kubilai Khan, Telenovela, hingga berakhir di Tukang Cuci. Entah kami tak pernah habis bahan cerita, tak pernah membahas satu topik berulang-ulang. Kuakui, otak kami kadang tidaklah berada dalam jalan lurus, tidaklah harus serius sepanjang waktu. Kuakui kelucuan kami tidak baik dimasyarakat, apalagi tahu bahwa kami sosok panutan masyarakat. Tuteh sebagai Ibu Ketua PKK Desa Detosoko, dan Saya Ilham Bapak Koperasi di Maumere *gak salah?* iya kuakui salah. Lebih salah lagi jika kelucuan kami tidak dibudayakan, hanya menjadi seonggok sampah di museum tawa.

*~ Mau ditampung kemana kelucuan kita, jika kau terus menunda-nunda, dan tak pernah simpan di laci ~*  -

-bukan Armada band-

Tawa dan humor adalah bagian penting dari tempat kerja. Manfaat tertawa di tempat kerja meliputi peningkatan produktivitas, kreativitas, kerjasama, komunikasi, peredam stress, dan kepuasan kerja.

Before the week is over be sure to laugh at work! :D

post Category: Blog31hari, Intermezo — ilhamhimawan @ 11:13 pm — post Comments (5)

Terbatasnya hari libur dihari kemarin, malah diisi dengan kegiatan menyelesaikan laporan yang kadang belum kelar di weekday. Maklum di weekday kerja siang dilapangan, berangkat dari sawah di desa tiba ke Kota waktu petang sudah lewat. Lalu makan, mandi, dan rileks sedikit. Rileks sedikit diisi dengan menulis postingan kejadian hari ini atau hal seru apa yang telah saya lalui seharian, nge-plurk, nge-pesbuk, nge-mil, nge-bubur kacang ijo, dan yang nikmat lainnya di Ende. *Sedikit katamu???*

Stt…stttt…Apa bedanya pria jaman dulu sama sekarang?.

Gambar ini diambil dari www.csmonitor.com

Dulu trend rambutnya kribo…sekarang juga ada iya-nya. Pria itu dulunya sulit mengungkapkan perasaannya loh, entah karena media yang terbatas. Oh iya, kami a.k.a kaum pria juga dilahirkan untuk selalu fokus dengan apa yang dikerjakan, sulit mengobrol dengan beberapa orang sekaligus. Sulit melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Contohnya nih, saat saya sedang asiknya menulis postingan blog ini, tiba-tiba ada panggilan telepon dari teman. Yah saya hanya melakukan satu hal saja, terima telepon dan meninggalkan menulis posting, atau sebaliknya.

Untunglah dengan adanya chatting, SMS, melatih dan memudahkan kami melakukan banyak hal tapi tetap fokus. Contohnya chatting, kami cukup fokus pada satu layar monitor dan bisa ngobrol dengan banyak orang sekaligus. Makanya kami kaum pria sangat diuntungkan dengan teknologi saat ini.

Nah, trend pria saat ini juga identik dengan gadget yang berarti dimana pun kapanpun teknologi dalam genggaman. Trend ini sudah menjadi label dari pria metrosexual juga. Bayangkan deh, berjalan di pusat perbelanjaan sepulang kantor, dengan bersepatu suede, celana berpotong regular fit, kemeja bermotif garis tipis, tentengan tas bermerk MontBlanc, parfum beraroma Aqua di Gio dan kelengkapan lainnya ini untuk yang pria versi semi formal. *Pernah lihat di majalan Cosmopolitan Men*. Cobalah perhatikan di tangannya tidak lepas dari *krick…krick* BB atau PDA penunjang aktivitas. Pria metrosexual itu bukan gay atau bergaya laiknya cewek karena perhatikan penampilan, tapi mereka memiliki kemampuan berkomunikasi dan interpersonal skills yg baik serta lebih sensitive dengan situasi sekitar. Interpesonal Skill sebenarnya bukan bagian karakter pribadi tapi keterampilan yang dipelajari.

Nah…pria metrosexual lebih sensitive terhadap lingkungan sekitar…dan blogger pria yang ikut tantangan nge-Blog 31 hari ini juga seperti itu. Ditantang untuk sensitive melihat keadaan sekitarnya. *sensitive, jangan kau sentuh*. Nyambung gak? Sini…sini saya ikat dua talinya biar nyambung.

Intinya sih, tiap hari saya harus punya ide yang harus disampaikan dalam diposting di blog ini, masih ada 23 hari lagi loh…

post Category: Blog31hari, Intermezo — ilhamhimawan @ 11:48 pm — post Comments (1)

Buka-buka arsip album foto, ada foto ini. Hasil jempretan saya di Hotel Harris Tuban, Bali beberapa bulan lalu.

Saya suka warnanya, memberi rasa kesegaran dan kenyamanan

Suka dengan design kamarnya yang minimalis…mhmm sebagai referensi kamar sendiri :D

Bukan hanya design dan konsep hotel, tapi berharap diri saya juga…

Friendly means showing kindness  to someone

Simplicity means seeking as much as possible and use the limited purposes.

Unique means make something different and creative, but fun

Saya menawarkan minuman dari gelas berwarna jingga ini sebagai salam persahabatan *tosh*

post Category: Blog31hari, Intermezo, Travelogue — ilhamhimawan @ 9:51 pm — post Comments (6)

Eh…hari sabtu, besok minggu. Sudah seminggu lebih saya di Ende, mau tahu lagu apa yang paling sering terdengar menjadi playlist saya sepanjang perjalanan. Lagu ber-genre indie folk-pop asal Norwegia tepatnya di Bergen. Dialah Erlend Øye dan Eirik Glambek BØe. Mereka tergabung dalam grup music akustik bernama Kings of Convenience. Mereka sebagai vokalis, pencipta lagu dan pemain gitar.

Kalau anda membaca lirik lagu ciptaannya, laiknya anda membaca novel curhatan. Deretan kata-kata pada lirik yang jarang terulang. Sangat pas didengar saat berada diperjalanan. Mereka juga berencana tour di Asia tahun ini. Kira-kira singgah ke Indonesia kah? (more…)

post Category: Blog31hari, Travelogue, Viva Flores — ilhamhimawan @ 11:23 pm — post Comments (3)

Saya mau bercerita tentang satu daerah di NTT, bagian dari Flobamora (Flores, Sumba, Timor, dan Alor). Cerita kunjungan saya disana beberapa waktu lalu. Disimak yah :D

*~ Berlatar ikon tugu kebanggaan Kota Waingapu ~*

Pulau Sumba, daerah berpadang Sabana. Pulau yang pernah berada dibawah permukaan air dan  merupakan pulau karang yang terangkat dizaman dulu setelah melalui masa perubahan alam. Pulaunya burung Kakatua berjambul kuning dan Kuda Sandalwood (more…)

post Category: Blog31hari, Change, The Moment, Viva Flores — ilhamhimawan @ 10:51 pm — post Comments (4)

Hujan, bukanlah hal langka di Desa Detosoko, Kec. Kelimutu, Kab. Ende - Flores, NTT. Daerah yang berada ditengah pegunungan, hamparan sawah menguning sebagai penghias suasana. Siang hari, kami masih saja mencoba berteduh dibawah atap sebuah warung yang tidak berjualan yang ukuran warungnya hanya sekitar 2 x 2 m. Semua karena hujan.

Duduk jongkoklah kami berdua. Dialah seorang yang berasal dari Aceh yang menjadi partner kerjaku di lapangan dalam tiga minggu terakhir. Suasana seperti ini membuat kami banyak membuka topik pembicaraan. Laiknya seorang teman, jadilah saya pendengar dan orang yang suka menginterogasi *bilang saja banyak tanya hal yang gak penting* (more…)

post Category: Blog31hari, Travelogue, Viva Flores — ilhamhimawan @ 11:25 pm — post Comments (5)

Kemana yah, pedagang durian di sepanjang jalan Maumere – Ende di Desa Detosoko, Kec. Kelimutu, Kab. Ende?. Tidak tampak lagi durian yang digelar disebuah kursi plastik di pinggir jalan tidak jauh dari halaman rumahnya. Jumlahnya juga tidak seberapa, ada yang menggelar dua buah saja, ada yang membuat rak sementara untuk menggantung durian sekitar delapan buah. Begitulah cara mereka menjual hasil kebun yang tidak banyak jumlahnya, mungkin berasal dari satu pohon saja. Bau menyengatnya pun tidak lagi tercium. Semoga telah laku…laris manis :D (more…)

post Category: Blog31hari, Travelogue, Viva Flores — ilhamhimawan @ 11:47 pm — post Comments (4)

Aktivitas saya di tiga minggu terakhir yaitu mengawal kegiatan dilapangan terkait Mega Project Palapa Ring, MKCS (Mataram Kupang Cable System) yang diresmikan Presiden SBY di Mataram, 30 November 2009 lalu. Nah, kali ini pekerjaan sedang berpusat di lintas Flores dari Kota Maumere menuju Kota Ende, hingga ke Kota Labuan Bajo nantinya. Sekali lagi saya ingatkan, bahwa saya tidak akan membahas pekerjaan ini, tapi hal seru apa yang ada di lapangan…disimak terus yah :D

Desa Nduaria, Kec. Detosoko, Kabupaten Ende….

*~ Foto anak-anak Desa ~*

Saya berteduh dibawah pohon jeruk, tempat berteduh yang tidak laik sebenarnya ketika menghindari hujan. Hanya pohon itu yang berdiri di sisi jurang. Hujan ini berlangsung sebentar saja, masih gerimis karena saya yakin ini hujan sekadar lewat saja terbawa tiupan angin. Saya juga menghindari tulisan di lembaran kertas yang saya bawa akan luntur. (more…)

post Category: Blog31hari, Change — ilhamhimawan @ 9:57 pm — post Comments (3)

Oke…ini tantangan baru, awalnya sih baca dari blog-nya Dian Ina, terus penasaran akhirnya ketemu pencetus ide Blog31hari di sini.

Banyak ide yang ingin dituangkan, tapi ketika telat dituliskan, telat pula di posting, semuanya akan menguap sia-sia.

Tantangan ini memberi saya semangat terus menulis dan menjadikannya hal biasa selama sebulan penuh. Harusnya sih selama Bulan Mei, tapi keburu dapat informasinya terlambat (kebanyakan keluyuran di Desa sih…) berarti saya harus memulainya sekarang, sampai 31 hari kedepan.

Alasan lainnya karena Rara yang saya kenal sebagai mantan Ketua Blogger AngingMammiri telah menjadi Manusia Kursi Pesta Blogger 2010 dan saya beserta rekan Komunitas Blogger Flobamora-NTT pun mendukungnya.

Ini adalah bagian dari perubahan. Kata orang-orang “yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri”. Berharap dari gerakan ini, mari meramaikan ranah maya dengan rajin menulis.

Buat kawan-kawan Blogger di NTT yang bergabung dalam Komunitas Blogger Flobamora. Walau kita terpisah-pisah dari berbagai pulau dalam gugusan wilayah NTT, mari saling merangkul, jangan malu-malu untuk bersama Merayakan Keberagaman di Indonesia dalam tema indah Pesta Blogger 2010.

Dengan ini saya menyatakan ikut dalam tantangan Nge-Blog 31 hari dengan Seri Ilham#Blog31hari

Yuk mari menulis dan jadikan ini sebagai kebiasaan.